Dari Sumber Gedor, Siswa SMPN 1 Rogojampi Kenali Air Bersih hingga Konservasi

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Para siswa SMPN 1 Rogojampi berkunjung ke kawasan Sumber Gedor di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (5/8). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Para siswa SMPN 1 Rogojampi berkunjung ke kawasan Sumber Gedor di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (5/8). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ruang kelas bagi puluhan siswa SMPN 1 Rogojampi berpindah ke alam terbuka. Melalui program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), mereka belajar langsung tentang pengelolaan air bersih, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (5/8). Tak sekadar menikmati suasana sejuk dan melihat bangunan penampungan air peninggalan era kolonial, para siswa memperoleh materi dari narasumber yang memang ahli di bidangnya.

Konsep belajar di luar kelas menjadi daya tarik utama kegiatan tersebut. Siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana sumber air dikelola dan dijaga agar tetap menjadi penopang kebutuhan masyarakat.

Materi mengenai pengelolaan air minum disampaikan oleh petugas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Para siswa dikenalkan pada proses air baku diolah hingga layak didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan.

Tak hanya itu, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air serta upaya mencegah bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. Sementara materi tentang konservasi dan kelestarian alam disampaikan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi.

Kolaborasi lintas instansi tersebut membuat pembelajaran terasa lebih nyata. Para siswa dapat berdialog langsung dengan praktisi yang sehari-hari menangani persoalan air bersih, kesehatan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Salah seorang peserta, Fawas Azam, siswa kelas IX F SMPN 1 Rogojampi, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, belajar langsung di lokasi membuat materi lebih mudah dipahami dibanding hanya membaca dari buku pelajaran.

"Di Sumber Gedor saya jadi semakin paham bagaimana proses pengolahan air bersih hingga sampai ke masyarakat," ujarnya.

Fawas menilai, pembelajaran di alam terbuka memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan karena siswa dapat melihat langsung objek yang dipelajari. Cara tersebut juga membuat mereka lebih mudah menghubungkan teori dengan kondisi nyata di lapangan.

Peserta lainnya mengaku semakin memahami pentingnya keberadaan pohon bagi kehidupan. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, pepohonan juga berperan sebagai penyimpan cadangan air yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat musim kemarau.

Guru pendamping SMPN 1 Rogojampi, Sujipto, mengatakan program Wis Esa Sek Adi memberikan pengalaman belajar yang tidak bisa diperoleh sepenuhnya di ruang kelas. Menurutnya, pembelajaran kontekstual seperti ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.

"Anak-anak juga banyak belajar di sini. Ilmu tidak hanya didapat di kelas, tetapi ada juga ilmu yang diperoleh di luar kelas, di objek langsung seperti ini," katanya.

Program Wis Esa Sek Adi menjadi salah satu upaya memperkenalkan pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning) kepada pelajar. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan membawa siswa langsung ke lokasi pembelajaran, materi yang disampaikan tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga sumber air, kesehatan, dan kelestarian alam sebagai bekal menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Wis Esa Sek Adi Sumber Gedor edukasi lingkungan SMPN 1 Rogojampi banyuwangi