RADAR BANYUWANGI – Bagaimana air bersih bisa mengalir hingga ke rumah warga? Pertanyaan itu dijawab secara langsung melalui pengalaman lapangan yang diikuti 58 siswa SMP Negeri 1 Rogojampi dalam program Wis Esa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini), Rabu (5/8). Bertempat di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, para pelajar diajak mengenal sumber mata air, proses pengelolaan, hingga distribusi air bersih kepada masyarakat.
Program edukasi berbasis wisata alam tersebut menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari ruang kelas. Selain mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga sumber air, para siswa diajak menyusuri kawasan Sumber Gedor untuk melihat langsung area penampungan air, vegetasi penyangga, hingga fasilitas air siap minum yang dimanfaatkan pengunjung.
Guru pendamping SMPN 1 Rogojampi, Sujipto, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi para siswa karena mereka dapat menyaksikan langsung objek yang dipelajari.
"Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan ini juga sangat menarik bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi bisa belajar langsung dari alam," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka mengamati kawasan konservasi sumber air sekaligus mengisi ulang botol minum yang dibawa dari rumah menggunakan air siap minum yang berasal dari Sumber Gedor.
Menurut Sujipto, pembelajaran di luar kelas membuat materi lebih mudah dipahami karena peserta didik memperoleh pengalaman langsung, bukan sekadar teori.
"Para siswa bisa mendapatkan ilmu di luar kelas, salah satunya di Sumber Gedor ini," katanya.
Sebanyak 58 siswa mengikuti program tersebut. Rinciannya terdiri atas 16 siswa kelas VII, 19 siswa kelas VIII, dan 23 siswa kelas IX.
Salah seorang peserta, Fawas Azam, mengaku baru memahami proses perjalanan air bersih dari sumber mata air hingga akhirnya dapat dimanfaatkan masyarakat setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Sebelumnya saya belum pernah tahu apa itu sumber air dan bagaimana prosesnya hingga sampai di rumah-rumah warga. Di Sumber Gedor saya jadi semakin paham bagaimana proses pengolahan air bersih hingga sampai ke masyarakat," tuturnya.
Siswa kelas IX F itu menilai metode belajar di alam terbuka jauh lebih menarik dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Selain memperoleh pengetahuan baru, ia juga dapat melihat secara langsung proses yang selama ini hanya dipelajari melalui teori.
"Belajar seperti ini sangat menyenangkan karena bisa belajar langsung ke alam, berbeda dengan di kelas yang hanya teori," pungkasnya.
Program Wis Esa Sek Adi menjadi salah satu upaya mengenalkan pentingnya konservasi sumber air kepada generasi muda sejak dini. Melalui pengalaman langsung di lapangan, siswa diharapkan tidak hanya memahami proses penyediaan air bersih, tetapi juga tumbuh kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai sumber kehidupan. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin