RADAR BANYUWANGI – Belajar tentang air tak selalu harus duduk di ruang kelas. Puluhan siswa diajak langsung menyusuri Sumber Gedor di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Selasa (4/8). Mereka melihat dari dekat mata air yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan air ribuan rumah tangga di Banyuwangi dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Wis Esa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini). Program ini mengajak siswa belajar mengenal lingkungan melalui pengalaman langsung di lapangan, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sumber daya air dan kelestarian alam sejak usia dini.
Di Sumber Gedor, para siswa tidak hanya diajak melihat aliran mata air. Mereka juga diperkenalkan dengan vegetasi yang tumbuh di kawasan tersebut serta memahami bagaimana air dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rangkaian pembelajaran mencakup siklus pemanfaatan air, mulai dari sumber mata air, proses penampungan, hingga distribusinya untuk digunakan masyarakat. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat air bagi kehidupan sehari-hari dan kesehatan.
Pembekalan tentang pentingnya menjaga ekosistem turut menjadi bagian kegiatan. Para siswa diajak memahami bahwa keberlangsungan sumber air tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan di sekitarnya.
Program Wis Esa Sek Adi menjadi salah satu upaya memberikan pendidikan lingkungan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami anak-anak. Dengan melihat langsung kondisi sumber air, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami mengapa mata air dan lingkungan harus dijaga.
Program tersebut sebelumnya diluncurkan langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Sumber Gedor pada 13 Mei lalu. Sejak awal, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang memadukan wisata, edukasi, dan pendidikan karakter.
Ipuk mengatakan, kegiatan yang diinisiasi bersama lintas instansi tersebut menjadi langkah positif untuk mengenalkan lingkungan dan sumber kehidupan kepada anak-anak sejak dini.
Menurut dia, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Anak-anak juga perlu mengenal lingkungan tempat mereka tinggal dan memahami sumber daya alam yang menopang kehidupan masyarakat.
“Anak-anak tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga mengenal lingkungan dan tempat tinggalnya. Selama ini mereka mungkin belajar dari buku tentang asal air, tapi lewat kegiatan ini mereka bisa melihat langsung bagaimana prosesnya,” ujar Ipuk.
Pendekatan edukasi berbasis wisata dinilai relevan bagi generasi anak-anak saat ini. Selain membuat proses belajar lebih menarik, pengalaman langsung di lapangan dapat membantu siswa memahami persoalan lingkungan secara lebih konkret.
Mereka dapat melihat sumber mata air, mengenal sejarahnya, sekaligus memahami pentingnya menjaga kawasan sekitar agar sumber air tetap lestari.
“Dengan mencintai air dan pohon, mereka akan mencintai kehidupan. Ini menjadi cara agar anak-anak lebih mengenal daerah yang mereka cintai,” imbuh Ipuk.
Direktur PUDAM Banyuwangi Abd Rahman menambahkan, program Wis Esa Sek Adi diharapkan mampu memberikan pemahaman langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan sumber air.
Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga melihat secara langsung proses pengelolaan air serta keterkaitan antara sumber air dan ekosistem di sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga dikenalkan dengan sejarah Sumber Gedor. Mata air tersebut mulai dibangun pada 1926 dan mulai dioperasikan pada 1927.
Sejarah panjang tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa memahami bahwa sumber air yang mereka lihat saat ini memiliki peran penting dalam perjalanan kehidupan masyarakat Banyuwangi.
Kegiatan Wis Esa Sek Adi juga menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Dengan membawa siswa keluar dari ruang kelas dan mempertemukan mereka langsung dengan alam, proses belajar diharapkan menjadi pengalaman yang lebih berkesan.
Dari Sumber Gedor, pesan yang dibawa pulang para siswa sederhana, tetapi penting: air bukan sekadar mengalir dari keran. Ada mata air yang harus dijaga, ada lingkungan yang harus dirawat, dan ada tanggung jawab bersama agar sumber kehidupan tersebut tetap tersedia untuk generasi berikutnya. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin