RADAR BANYUWANGI – Gemerlap tata cahaya, musik yang menghentak, panggung megah, dan koreografi yang tertata rapi membuat banyak penonton sulit percaya bahwa seluruh pemain yang tampil adalah para siswa. Ranjana Spectacle menjadi bukti bahwa kreativitas, disiplin, dan kerja sama mampu melahirkan pertunjukan kolosal dengan kualitas layaknya produksi teater profesional.
Pertunjukan bertajuk Ranjana Spectacle Parakramah – Sukma Sang Kesatria itu menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMPK Santo Yusup Banyuwangi dan HUT ke-65 SMAK Hikmah Mandala yang digelar Sabtu malam (1/8).
Sejak lampu panggung dinyalakan, ratusan pasang mata langsung terpaku. Adegan demi adegan mengalir mulus dengan transisi yang nyaris tanpa cela. Puluhan hingga ratusan siswa tampil percaya diri membawakan peran masing-masing, memperlihatkan kedisiplinan, kekompakan, sekaligus kemampuan artistik yang memukau.
Tak sekadar menyuguhkan hiburan, pertunjukan tersebut membawa pesan kuat tentang pembentukan karakter generasi muda melalui seni pertunjukan. Setiap babak dirancang untuk menggambarkan nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, pengorbanan, dan integritas yang relevan dengan dunia pendidikan.
Kepala SMPK Santo Yusup Banyuwangi, David Morrison Marrus, menjelaskan bahwa Ranjana Spectacle Parakramah – Sukma Sang Kesatria mengangkat nilai-nilai keberanian, ketangguhan, integritas, dan pengabdian yang menjadi jiwa seorang kesatria.
Menurutnya, istilah Parakramah dimaknai sebagai keberanian serta semangat pantang menyerah. Sementara Sukma Sang Kesatria menggambarkan pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan selalu berpihak pada kebenaran.
"Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pendidikan yang selama puluhan tahun ditanamkan kedua sekolah, yakni membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian, dan jiwa melayani," ujarnya.
Rm David menambahkan, usia 75 tahun SMPK Santo Yusup dan 65 tahun SMAK Hikmah Mandala menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang kedua lembaga pendidikan dalam membentuk manusia seutuhnya.
Baginya, panggung Ranjana Spectacle bukan hanya ruang untuk mempertontonkan kemampuan seni para siswa, melainkan juga wadah pembelajaran nyata tentang kolaborasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
"Di atas panggung itulah para siswa membuktikan bahwa belajar bukan hanya membaca buku, tetapi juga belajar menjadi manusia yang mampu bekerja bersama, berkarya, dan menginspirasi," pungkasnya.
Ranjana Spectacle sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Melalui proses latihan yang panjang, para siswa belajar mengelola waktu, menghargai peran setiap individu, dan menyatukan beragam talenta menjadi sebuah karya yang mampu memukau ribuan penonton. Semangat inilah yang terus dijaga SMPK Santo Yusup dan SMAK Hikmah Mandala dalam mencetak generasi berprestasi sekaligus berkarakter. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin