Dispendik Banyuwangi Perkuat Program Tahfidz, Lulusan SD Ditarget Hafal Tiga Juz

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 23:30 WIB
Puluhan kepala SD dan hafidzah pembina mengikuti bimtek yang digelar di aula Kantor Dispendik Banyuwangi pada Sabtu (1/8). (Foto: Dispendik Banyuwangi)
Puluhan kepala SD dan hafidzah pembina mengikuti bimtek yang digelar di aula Kantor Dispendik Banyuwangi pada Sabtu (1/8). (Foto: Dispendik Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi memperkuat program tahfidz di sekolah dasar dengan menargetkan setiap lulusan SD mampu menghafal minimal tiga juz Al-Qur'an. Target tersebut menjadi fokus dalam sosialisasi program dan bimbingan teknis (bimtek) pengajar tahfidz yang digelar di Aula Kantor Dispendik Banyuwangi, Sabtu (1/8).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membentuk generasi Banyuwangi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) SD Dispendik Banyuwangi Sutikno yang mewakili Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Dr Alfian, serta pembina tahfidz dari Yayasan Bakabiro, Hj Lismiyana.

Sebanyak 40 kepala SD dari Kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, dan Kabat mengikuti kegiatan bersama 65 hafidzah pembina. Mereka mendapatkan penguatan mengenai metode, strategi, serta teknik pembelajaran tahfidz yang dinilai efektif diterapkan di lingkungan sekolah dasar.

Dalam bimtek tersebut, para peserta juga didorong menyusun langkah implementasi program tahfidz secara lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembelajaran menghafal Al-Qur'an tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi dapat terintegrasi dalam budaya belajar di sekolah.

Kabid SD Dispendik Banyuwangi Sutikno menyampaikan bahwa penguatan kapasitas para pengajar menjadi kunci keberhasilan program tahfidz di tingkat sekolah dasar.

Menurutnya, melalui kegiatan ini setiap sekolah diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran tahfidz secara sistematis sehingga target lulusan yang hafal minimal tiga juz Al-Qur'an dapat tercapai.

"Program ini diharapkan dapat mencetak generasi Banyuwangi yang unggul, berkarakter, dan mencintai Al-Qur'an," ujarnya.

Dispendik Banyuwangi berharap sinergi antara sekolah, pengajar tahfidz, dan para pembina dapat memperkuat kualitas pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, program tahfidz di SD diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun sumber daya manusia Banyuwangi yang berakhlak mulia sekaligus berdaya saing. (*)

Editor : Ali Sodiqin
program tahfidz pengajar tahfidz hafal Al-Qur'an Dispendik banyuwangi lulusan sd