Ranjana Spectacle Warnai HUT Ke-75 SMPK Santo Yusup, Seni Jadi Pelajaran Hidup

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 07:30 WIB
(Dari kiri) Romo Surya (Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Malang), Tiwi (Kepala SMAK Hikmah Mandala), Romo Igniatus Joko Purnomo (Ketua Yayasan Karmel), Romo David Morrison Marrus (Kepala SMPK Santo Yusup) saat potong tumpeng peringatan 75 tahun SMPK Santo Yusup di Banyuwangi Park, Sabtu malam (1/8). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
(Dari kiri) Romo Surya (Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Malang), Tiwi (Kepala SMAK Hikmah Mandala), Romo Igniatus Joko Purnomo (Ketua Yayasan Karmel), Romo David Morrison Marrus (Kepala SMPK Santo Yusup) saat potong tumpeng peringatan 75 tahun SMPK Santo Yusup di Banyuwangi Park, Sabtu malam (1/8). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMPK Santo Yusup Banyuwangi berlangsung berbeda tahun ini. Sabtu (1/8), sekolah tersebut menghadirkan Ranjana Spectacle 2: Parakramah – Sukma Sang Ksatria, sebuah pertunjukan kolosal yang memadukan drama, tari, dan musik di Banyuwangi Park, Kecamatan Kabat. Lebih dari sekadar hiburan, pentas ini menjadi ruang pembelajaran karakter sekaligus upaya melestarikan budaya lokal melalui dunia pendidikan.

Ratusan siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan menyaksikan pertunjukan yang menjadi puncak peringatan usia ke-75 SMPK Santo Yusup. Melalui pertunjukan seni, sekolah ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam pengalaman, kreativitas, dan kehidupan nyata.

Kepala SMPK Santo Yusup Banyuwangi, Romo David Morrison Marrus, M.Pd., M.Fil., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang selama puluhan tahun terus memberikan kepercayaan kepada SMPK Santo Yusup sebagai lembaga pendidikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga besar SMA Hikmah Mandala yang tahun ini memasuki usia ke-65.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kepercayaan masyarakat yang telah memilih kami menjadi bagian dari pendidikan putra-putrinya," ujarnya.

Menurut Romo David, Ranjana Spectacle menjadi simbol bahwa proses belajar tidak berhenti pada teori di dalam kelas. Pendidikan harus mampu membentuk karakter, kepekaan sosial, serta kemampuan peserta didik menghadapi kehidupan.

"Papan tulis tidak boleh lepas dari papan kehidupan. Apa yang dipelajari di kelas harus mengakar pada nilai-nilai kehidupan nyata," tegasnya.

Ia menjelaskan, semangat tersebut juga sejalan dengan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui pertunjukan seni, sekolah berupaya memperkenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Banyuwangi kepada generasi muda.

Romo David berharap budaya lokal tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas peserta didik sehingga tetap lestari di tengah derasnya arus globalisasi.

"Kami ingin nilai-nilai budaya khas Banyuwangi mendapatkan tempat di hati peserta didik, orang tua, maupun para budayawan. Ini adalah bentuk dedikasi kami. Kami ingin terus dilibatkan dalam pendidikan anak-anak Banyuwangi," katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karmel Malang, Romo Ignatius Joko Purnomo, O.Carm., menilai seni memiliki posisi penting dalam proses pendidikan. Menurutnya, pertunjukan seperti Ranjana Spectacle mampu mengasah kreativitas, empati, kerja sama, sekaligus membangun karakter peserta didik.

Ia menegaskan bahwa misi pendidikan yang dijalankan SMPK Santo Yusup dan SMA Hikmah Mandala tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama.

"Pendidikan sejati tidak hanya menciptakan anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga manusia yang bijaksana, berintegritas, dan memiliki semangat melayani," ungkapnya.

Memasuki usia ke-75, SMPK Santo Yusup Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya. Melalui Ranjana Spectacle, sekolah menunjukkan bahwa seni bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang belajar yang membentuk karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
budaya banyuwangi SMPK Santo Yusup Ranjana Spectacle HUT SMPK pendidikan karakter