Rayakan Usia 75 Tahun, SMPK Santo Yusuf Banyuwangi Tampilkan Pentas Kolosal Berbasis Nilai Pancasila dan Budaya Daerah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:05 WIB
Dari kiri, Romo Surya (Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Malang), Tiwi (Kepsek SMAK Hikmah Mandala), Romo Igniatus Joko Purnomo (Ketua Yayasan Karmel), Romo David Morrison Marrus (Kepsek SMPK Santo Yusup) saat potong tumpeng peringatan 75 tahun SMPK Santo Yusuf di Banyuwangi Park, Sabtu malam (1/8/2026). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Dari kiri, Romo Surya (Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Malang), Tiwi (Kepsek SMAK Hikmah Mandala), Romo Igniatus Joko Purnomo (Ketua Yayasan Karmel), Romo David Morrison Marrus (Kepsek SMPK Santo Yusup) saat potong tumpeng peringatan 75 tahun SMPK Santo Yusuf di Banyuwangi Park, Sabtu malam (1/8/2026). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMPK Santo Yusuf Banyuwangi dikemas berbeda. Sekolah tersebut menggelar Ranjana Spectacle 2: Parakramah – Sukma Sang Ksatria di Banyuwangi Park, Kecamatan Kabat, Sabtu (1/8/2026).

Pertunjukan kolosal yang memadukan drama, tari, dan musik itu tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter bagi para peserta didik.

Kepala SMPK Santo Yusuf Banyuwangi, Romo David Morrison Marrus M.Pd., M.Fil., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang selama 75 tahun telah memberikan kepercayaan kepada SMPK Santo Yusuf sebagai bagian dari pendidikan putra-putrinya. Ia juga menyinggung SMA Hikmah Mandala yang kini memasuki usia ke-65.

Penampilan siswa siswi SMPK Santo Yusuf dalam pageralan Ranjana Specackle dalam rangkaian HUT ke 75 SMPK Santo Yusuf Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Penampilan siswa siswi SMPK Santo Yusuf dalam pageralan Ranjana Specackle dalam rangkaian HUT ke 75 SMPK Santo Yusuf Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kepercayaan masyarakat yang telah memilih kami menjadi bagian dari pendidikan putra-putrinya," ujarnya.

Menurut Rm. David, penyelenggaraan Ranjana Spectacle menjadi wujud bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk karakter peserta didik.

"Papan tulis tidak boleh lepas dari papan kehidupan. Apa yang dipelajari di kelas harus mengakar pada nilai-nilai kehidupan nyata," katanya.

HUT ke 75 SMPK Santo Yusuf dan dan SMA Hikmah Mandala ke 65 berlangsung meriah. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
HUT ke 75 SMPK Santo Yusuf dan dan SMA Hikmah Mandala ke 65 berlangsung meriah. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui pertunjukan tersebut, sekolah juga ingin menghadirkan ruang yang lebih luas bagi pelestarian budaya lokal Banyuwangi agar semakin dikenal dan dicintai generasi muda.

"Kami ingin nilai-nilai budaya khas Banyuwangi mendapatkan tempat di hati peserta didik, orang tua, maupun para budayawan. Ini adalah bentuk dedikasi kami. Kami ingin terus dilibatkan dalam pendidikan anak-anak Banyuwangi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karmel Malang, Rm. Ignatius Joko Purnomo, O.Carm., menilai seni pertunjukan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang utuh, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Ia mengatakan, SMPK Santo Yusuf Banyuwangi bersama SMA Hikmah Mandala mengemban misi untuk membentuk pribadi yang penuh kasih, saling menghargai, serta mampu menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

"Pendidikan sejati tidak hanya menciptakan anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga manusia yang bijaksana, berintegritas, dan memiliki semangat melayani," ungkapnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
SMPK Santo Yusuf Banyuwangi