Viral Siswa Banyuwangi Cari Pasir untuk Renovasi Sekolah, Dispendik Tegaskan SDN 4 Segobang Masih Layak

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 03:00 WIB
CEK LAPANGAN: Camat Licin Donny Arsilo Sofyan dan Kasi PMPTK SD Dispendik Banyuwangi Erpandi memantau aktivitas pembelajaran di SDN 4 Segobang, Kecamatan Licin, Sabtu (1/8). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
CEK LAPANGAN: Camat Licin Donny Arsilo Sofyan dan Kasi PMPTK SD Dispendik Banyuwangi Erpandi memantau aktivitas pembelajaran di SDN 4 Segobang, Kecamatan Licin, Sabtu (1/8). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Video yang memperlihatkan siswa SDN 4 Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, mengambil pasir, daun pakis, dan tanaman di sekitar sungai memicu beragam spekulasi di media sosial. Narasi yang menyebut para siswa mengumpulkan material untuk renovasi sekolah pun viral dan menjadi perhatian publik. Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi bersama Camat Licin turun langsung ke lokasi pada Sabtu (1/8) untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa bangunan SDN 4 Segobang yang berada di Dusun Kayangan, Desa Segobang, masih dalam kondisi layak dan aman digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Aktivitas siswa yang terekam dalam video dipastikan bukan untuk mengumpulkan bahan renovasi sekolah, melainkan bagian dari pembelajaran berbasis eksplorasi lingkungan.

Klarifikasi Video Viral

Camat Licin Donny Arsilo Sofyan mengatakan, pengecekan dilakukan setelah beredarnya video yang menarasikan siswa mengambil pasir dan dedaunan karena sekolah membutuhkan renovasi.

Bersama pihak sekolah, kecamatan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang berkembang. Hasilnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Hasil pengecekan kami menunjukkan bangunan sekolah masih layak digunakan dan tidak dalam kondisi darurat. Memang ada beberapa kebutuhan sarana pendukung, tetapi bukan renovasi bangunan yang menjadi prioritas saat ini," ujar Donny.

Menurutnya, guru SDN 4 Segobang, Nur Rohim, yang mengunggah video tersebut juga telah memberikan penjelasan. Donny menyebut, narasi mengenai renovasi sekolah yang muncul dalam video hanyalah candaan dan tidak dimaksudkan menggambarkan kondisi bangunan sekolah yang sebenarnya.

Aktivitas Siswa Bagian dari Pembelajaran

Selain mengecek kondisi fisik sekolah, rombongan juga meninjau langsung proses pembelajaran yang berlangsung.

Donny menjelaskan, kegiatan siswa mengambil pasir, daun pakis, maupun tanaman di sekitar lingkungan sekolah merupakan bagian dari metode pembelajaran eksplorasi lingkungan yang telah lama diterapkan di SDN 4 Segobang.

Model pembelajaran tersebut dirancang untuk mengenalkan siswa pada potensi alam sekitar sekaligus meningkatkan pengalaman belajar secara langsung di luar ruang kelas.

Kebutuhan Sekolah Bukan Renovasi Gedung

Hasil evaluasi di lapangan juga menunjukkan proses belajar mengajar tetap berjalan normal.

Sekolah masih memanfaatkan ruang kelas secara efisien dengan menggabungkan penggunaan beberapa ruang sesuai kebutuhan. Meski demikian, terdapat sejumlah fasilitas yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Donny, kebutuhan paling mendesak saat ini bukan renovasi bangunan, melainkan penambahan meja dan kursi belajar agar aktivitas pembelajaran semakin optimal.

"Kami akan menyampaikan hasil pengecekan tersebut kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bahan evaluasi agar kebutuhan sekolah dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas," katanya.

Dispendik: Bangunan Masih Aman Digunakan

Kepala Seksi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) SD Dispendik Banyuwangi, Erpandi, turut memastikan kondisi bangunan SDN 4 Segobang masih memenuhi syarat untuk digunakan.

"Secara umum kondisi bangunan sekolah masih layak dan aman untuk digunakan," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas siswa di luar kelas merupakan bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan yang telah diprogramkan sekolah.

Seluruh kegiatan dilakukan di bawah pengawasan guru sehingga tetap mengedepankan aspek keselamatan peserta didik.

"Kegiatan itu bertujuan mengenalkan alam sekitar kepada siswa yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sebagai sarana pembelajaran. Seluruh aktivitas dilakukan dengan pendampingan guru dan dipastikan aman, sehingga tidak ada unsur yang membahayakan peserta didik," jelas Erpandi.

Hoaks Mudah Menyebar, Klarifikasi Jadi Penting

Kasus video SDN 4 Segobang menjadi contoh bagaimana narasi yang tidak utuh dapat memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh pemerintah kecamatan dan Dispendik Banyuwangi, dipastikan bahwa bangunan sekolah masih layak digunakan, sedangkan aktivitas siswa mengambil material alam merupakan bagian dari pembelajaran eksplorasi lingkungan, bukan untuk mencari bahan renovasi sekolah.

Hasil klarifikasi tersebut diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus memberikan gambaran utuh kepada masyarakat mengenai kondisi sebenarnya di SDN 4 Segobang Banyuwangi. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
SDN 4 Segobang Camat Licin Pembelajaran lingkungan Dispendik banyuwangi video viral