Kentang Goreng Lebih Sehat Segera Hadir, Peneliti Temukan Cara Kurangi Penyerapan Minyak Tanpa Hilangkan Kerenyahan

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:16 WIB
Peneliti University of Illinois Urbana-Champaign mengembangkan teknologi hibrida microwave dan penggorengan minyak. (Pexels/Dzenina Lukac)
Peneliti University of Illinois Urbana-Champaign mengembangkan teknologi hibrida microwave dan penggorengan minyak. (Pexels/Dzenina Lukac)

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi pencinta kentang goreng. Makanan yang identik dengan tekstur renyah dan cita rasa gurih ini berpotensi menjadi lebih sehat berkat inovasi teknologi pangan yang dikembangkan para peneliti di Amerika Serikat.

Tim peneliti dari University of Illinois Urbana-Champaign berhasil menemukan metode baru yang mampu mengurangi penyerapan minyak saat proses penggorengan tanpa mengorbankan rasa maupun kerenyahan kentang. Temuan tersebut dipublikasikan melalui portal sains ScienceDaily pada 29 Juli 2026 dan telah diterbitkan dalam jurnal Current Research in Food Science.

Selama ini, kentang goreng dikenal mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi karena menyerap minyak dalam jumlah besar ketika digoreng. Kondisi tersebut terjadi akibat uap air yang keluar dari jaringan kentang membentuk tekanan negatif sehingga minyak lebih mudah masuk ke dalam pori-pori bahan pangan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, para peneliti mengembangkan metode hibrida yang mengombinasikan pemanasan menggunakan gelombang mikro (microwave) dengan teknik penggorengan minyak konvensional.

Melalui proses tersebut, molekul air di dalam kentang dipanaskan secara lebih merata. Getaran molekul air menghasilkan uap dalam jumlah lebih banyak sehingga tekanan di dalam kentang berubah menjadi positif. Kondisi ini mampu menghambat minyak masuk ke dalam jaringan kentang selama proses penggorengan.

Ketua tim peneliti sekaligus Profesor Teknik Pangan University of Illinois Urbana-Champaign, Prof. Pawan Singh Takhar, mengatakan penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan konsumen terhadap makanan yang lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan saat dikonsumsi.

"Konsumen menginginkan makanan sehat, tetapi saat membeli, hasrat makan (craving) sering kali mengambil alih. Kandungan minyak yang tinggi menambah rasa, tetapi juga membawa energi dan kalori yang tinggi. Tim penelitian saya mempelajari proses penggorengan dengan tujuan mencapai kadar lemak yang lebih rendah tanpa perbedaan signifikan pada rasa dan tekstur," ujar Prof. Pawan Singh Takhar dalam rilis ilmiah yang dimuat ScienceDaily.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan teknologi tersebut ditentukan oleh kemampuan mengendalikan tekanan fisik di dalam kentang selama proses pemanasan.

"Gelombang mikro menggetarkan molekul air, menyebabkan pembentukan uap yang lebih banyak dan menggeser profil tekanan ke arah positif. Tekanan yang lebih tinggi ini membantu mengurangi penetrasi minyak ke dalam kentang," jelasnya.

Selain menghasilkan kentang goreng dengan kadar minyak lebih rendah, teknologi ini dinilai memiliki peluang besar untuk diterapkan secara luas. Komponen microwave yang digunakan relatif terjangkau sehingga tidak memerlukan investasi teknologi yang terlalu mahal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : ScienceDaily
kentang goreng sehat