RADARBANYUWANGI.ID - Ledakan bom atom yang mengguncang Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945 tidak hanya meninggalkan kehancuran besar dan korban jiwa dalam jumlah masif. Peristiwa tersebut juga memunculkan material langka yang sebelumnya belum pernah dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan.
Berdasarkan laporan majalah Scientific American, para ilmuwan mengidentifikasi struktur paduan logam multi-komponen yang kaya silikon. Material tersebut terbentuk dari campuran uap bahan bangunan dan baja yang mengalami pendinginan sangat cepat (rapid quenching) setelah terpapar panas ekstrem dari bola api ledakan nuklir.
Material unik itu kemudian terperangkap di dalam endapan pasir di Teluk Hiroshima. Para peneliti menamainya hiroshimaites, merujuk pada lokasi ditemukannya material tersebut.
Penemuan ini bermula dari penelitian yang dilakukan Dr. Mario Wannier, geolog asal Swiss. Dalam wawancara bersama Scientific American di laboratorium sains pada Mei 2019, ia mengenang dahsyatnya ledakan yang meluluhlantakkan Hiroshima hanya dalam hitungan sesaat.
"Anda memiliki sebuah kota, dan satu menit kemudian Anda tidak lagi memiliki kota. Peristiwa ini adalah peristiwa buatan manusia terburuk yang pernah ada," ujar Wannier.
Meski lahir dari salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah manusia, kondisi ekstrem saat ledakan justru memicu terbentuknya struktur material yang tidak biasa.
Pakar mineralogi dari University of Florence, Prof. Luca Bindi, menjelaskan bahwa ledakan nuklir tersebut secara tidak langsung menjadi laboratorium raksasa bagi ilmu material. Pernyataan itu disampaikannya dalam rilis wawancara ilmiah di Florence, Italia, pada Mei 2024.
"Pada dasarnya, ledakan tersebut berfungsi sebagai laboratorium ilmu bahan raksasa yang tidak disengaja. Hal ini membuktikan bahwa peristiwa bencana dahsyat dapat menghasilkan material yang sebelumnya tidak pernah diketahui," jelas Bindi.
Menurut para ilmuwan, terbentuknya hiroshimaites menunjukkan bagaimana materi dapat berubah menjadi struktur baru ketika mengalami suhu dan tekanan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.
Temuan tersebut kini menjadi referensi penting bagi penelitian ilmu material modern. Karakteristik hiroshimaites membantu ilmuwan mempelajari perilaku materi pada kondisi ekstrem yang menyerupai hantaman meteorit berukuran raksasa maupun fenomena geologi berenergi tinggi lainnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi