RADARBANYUWANGI.ID - Mengonsumsi buah segar menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Namun, ada satu masalah yang kerap ditemui ketika buah telah dikupas atau dipotong, yakni perubahan warna permukaannya menjadi kecokelatan hanya dalam hitungan menit.
Fenomena tersebut umum terjadi pada beberapa jenis buah, seperti apel, pisang, dan pir. Meski tidak selalu memengaruhi keamanan pangan, perubahan warna itu sering membuat tampilan buah menjadi kurang menarik sehingga menurunkan selera makan.
Kondisi tersebut juga kerap dikeluhkan kalangan remaja. Rahma, 16, mengaku sering merasa kesal ketika buah yang baru dipotong berubah warna sebelum sempat disantap.
"Kesel banget sih, baru dipotong terus ditinggal bentar, eh tiba-tiba warnanya udah berubah jadi cokelat gitu. Padahal kan pengen makan buah yang kelihatan seger, kalau udah berubah warna gitu jadi males aja makannya," ujarnya.
Secara ilmiah, perubahan warna pada buah dikenal sebagai proses oksidasi atau pencokelatan enzimatis. Reaksi ini terjadi ketika buah dipotong atau dikupas sehingga struktur selnya rusak dan melepaskan enzim yang sebelumnya tersimpan di dalam jaringan buah.
Mengacu pada artikel kesehatan dari Halodoc, proses tersebut berlangsung ketika senyawa fenol di dalam buah bereaksi dengan oksigen di udara dengan bantuan enzim polifenol oksidase. Reaksi ini kemudian menghasilkan pigmen berwarna cokelat yang tampak pada permukaan buah.
Buah yang telah mengalami oksidasi pada umumnya masih aman untuk dikonsumsi. Namun, perubahan tersebut menjadi tanda bahwa kualitas buah mulai mengalami penurunan. Selain memengaruhi penampilan, rasa dan tekstur buah dapat berubah, sementara kandungan vitamin C perlahan berkurang akibat proses oksidasi.
Karena itu, buah potong sebaiknya segera dikonsumsi setelah disiapkan. Jika harus disimpan lebih lama, terdapat beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses pencokelatan.
Salah satu metode yang paling efektif adalah mengoleskan atau menyiram permukaan buah dengan perasan jeruk nipis maupun lemon. Kandungan asam sitrat mampu menurunkan tingkat keasaman (pH) sehingga aktivitas enzim polifenol oksidase menjadi terhambat.
Selain itu, buah potong juga dapat direndam selama beberapa menit dalam larutan air garam ringan atau air es. Cara tersebut membantu mengurangi kontak langsung antara permukaan buah dengan oksigen di udara sehingga proses oksidasi berlangsung lebih lambat.
Editor : Lugas Rumpakaadi