RADAR BANYUWANGI – Hampir sebulan mengabdi di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, dan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, mahasiswa Universitas Dr Soekardjo (Unidsoe) Banyuwangi menutup rangkaian KKN Tematik 2026 dengan meninggalkan sederet inovasi untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Mulai dari Aplikasi E-Posyandu ILP, produk pangan pencegah stunting, hingga pelatihan kader Posyandu menjadi warisan nyata yang diharapkan terus dimanfaatkan setelah program berakhir.
Penutupan KKN Tematik berlangsung di Auditorium GBK Unidsoe, Senin (27/7). Program tersebut mengusung tema "Optimalisasi Integrasi Layanan Primer melalui Revitalisasi Posyandu Berbasis One Team One Posyandu (OTOP)" dan melibatkan mahasiswa lintas program studi, yakni S1 Keperawatan, S1 Gizi, S1 Kebidanan, D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM), D3 Keperawatan, serta D3 Farmasi.
Selama menjalankan pengabdian di masyarakat, mahasiswa tidak hanya mendampingi pelayanan Posyandu, tetapi juga menghasilkan berbagai inovasi yang dirancang untuk mendukung implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP).
Salah satu inovasi utama adalah Aplikasi E-Posyandu ILP yang dikembangkan untuk mempermudah pencatatan dan pemantauan layanan Posyandu secara digital.
Selain itu, mahasiswa menyusun buku panduan MPASI bergizi, mengembangkan produk herbal pendukung pengendalian hipertensi, minuman kesehatan Healthy Drink, serta Puding Bacang (Bayam dan Kacang) sebagai alternatif makanan tambahan (PMT) untuk mendukung pencegahan stunting.
Program pengabdian juga dilengkapi dengan pojok edukasi bermain anak, buku saku penyakit tidak menular (PTM), hingga pelatihan bagi kader Posyandu mengenai lima langkah pelayanan Posyandu dan pengisian Buku KMS sesuai pedoman terbaru.
Untuk meningkatkan kapasitas kader, mahasiswa turut menggelar berbagai kegiatan edukatif, seperti lomba cerdas cermat, kompetisi kreasi PMT, serta pelatihan pengelolaan media sosial Posyandu agar pelayanan kesehatan semakin dikenal masyarakat.
Acara penutupan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. Alfian yang mewakili Bupati Banyuwangi, Camat Sempu, perwakilan Camat Tegaldlimo, kepala desa, perwakilan puskesmas, serta para kader Posyandu dari lokasi pelaksanaan KKN.
Rektor Unidsoe Dr. Soekardjo mengatakan KKN Tematik dirancang agar mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Berbagai inovasi yang dihasilkan diharapkan menjadi bagian dari penguatan layanan Posyandu sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak," ujarnya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Alfian memberikan apresiasi atas kontribusi Unidsoe dalam mendukung penguatan layanan Posyandu melalui pendekatan berbasis inovasi.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.
"Pemerintah daerah berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti pada KKN, tetapi terus diperkuat melalui berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Melalui KKN Tematik 2026, Unidsoe menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan sosial semata. Berbagai inovasi yang lahir selama satu bulan di lapangan diharapkan menjadi fondasi bagi Posyandu yang lebih modern, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan primer yang semakin berkualitas bagi masyarakat Banyuwangi. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin