RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 450 pendidik yang terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pegiat komunitas pendidikan mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII di Banyuwangi. Forum yang berlangsung pada 29–30 Juli itu tidak sekadar menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga mendorong para pendidik beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan melahirkan inovasi pembelajaran untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang dibuka di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Rabu (29/7), menghadirkan berbagai narasumber nasional hingga internasional. Banyuwangi kembali menjadi salah satu dari 46 kabupaten/kota yang secara serentak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara tahun ini.
Membuka acara tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, para pendidik dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
"Kita perlu membangun ekosistem belajar yang baik, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak di Banyuwangi," ujarnya.
Ipuk berharap TPN XII tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi ruang refleksi sekaligus tempat lahirnya gagasan baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
"Bawalah pulang ide-ide baru dan wawasan yang utuh untuk bapak dan ibu terapkan di sekolah masing-masing. Bangunlah jejaring yang kuat antarpendidik untuk saling mengisi ruang-ruang kelas kita dengan kreativitas," pesannya.
Temu Pendidik Nusantara merupakan hasil kolaborasi Yayasan Guru Belajar Foundation (GBF), Sekolah Cikal Jakarta, dan Pemkab Banyuwangi. Melalui forum ini, para pendidik didorong saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat kapasitas menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menjelaskan, hari pertama TPN XII diikuti sekitar 450 peserta dengan rangkaian kegiatan berupa bincang pendidikan bersama Konsultan Pendidikan IPB Dr. Budi Susetyo, debat solusi pendidikan, hingga kelas internasional yang menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Korea Selatan.
"Hari kedua juga diikuti 450 pendidik. Kegiatan dipusatkan di SMPN 3 Banyuwangi dengan pembagian beberapa kelas. Mencakup kelas kompetensi, kelas pendidik, kelas pemimpin, pameran karya siswa, hingga pasar solusi pendidikan," terang Alfian.
Sementara itu, Ketua Guru Belajar Foundation Jakarta, Pingkan Juwita Fakharia, mengapresiasi tingginya antusiasme para pendidik Banyuwangi. Mengusung tema "Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia", TPN XII mengajak guru menghadirkan solusi pendidikan yang berangkat dari kebutuhan daerah, tetapi memiliki dampak lebih luas.
"Menjadi warga dunia bukan berarti melupakan akar kita, tetapi justru diajak menghadirkan solusi yang lahir dari konteks daerah masing-masing. Perubahan pendidikan tidak dibangun oleh satu guru atau satu sekolah saja, tetapi melalui cita-cita kolektif yang tumbuh dari kolaborasi," tegas Pingkan.
Selain dihadiri ratusan pendidik, acara tersebut juga diikuti berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, di antaranya Rektor UI Cordoba Banyuwangi Prof. Agus Trihartono, perwakilan Universitas Islam Ibrahimy Genteng, Founder Rumah Literasi Indonesia Tunggul, serta Pembina Yayasan Cikal Jakarta Tari Sandjojo.
Rangkaian Temu Pendidik Nusantara XII di berbagai daerah akan bermuara pada puncak acara nasional yang dijadwalkan berlangsung November mendatang di Jakarta. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah mempertemukan ide, inovasi, dan praktik baik dari para pendidik di seluruh Indonesia sebagai bekal memperkuat kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin