Kisah Juara English Speech Contest: Modal Dua Hari Latihan, Pulang Bawa Prestasi

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB
Peserta, juri, guru, suporter, dan panitia bergembira usai pelaksanaan English Speech Contest di Aula MAN 1 Banyuwangi, Rabu (29/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Peserta, juri, guru, suporter, dan panitia bergembira usai pelaksanaan English Speech Contest di Aula MAN 1 Banyuwangi, Rabu (29/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tepuk tangan panjang mengiringi pengumuman juara Grand Final English Speech Contest "Tourism and Culture" tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi di Aula MAN 1 Banyuwangi, Rabu (29/7). Di balik senyum para pemenang yang berdiri di atas podium, tersimpan cerita perjuangan yang tak banyak diketahui. Sebagian besar dari mereka hanya memiliki waktu dua hari untuk mempersiapkan diri sebelum tampil di hadapan dewan juri dan ratusan penonton.

Kompetisi yang diikuti 87 peserta itu akhirnya melahirkan tiga jawara terbaik, yakni Laskhar Adelard Nawwafi Fahriyanto dari MTsN 1 Banyuwangi sebagai Juara I, Cinta Putri Hendrawan dari SMPN 2 Banyuwangi sebagai Juara II, serta Ilman Rasyid Abdillah dari MTsN 3 Banyuwangi sebagai Juara III.

Persiapan yang serba singkat tidak membuat mereka menyerah. Keterbatasan waktu justru dibalas dengan latihan disiplin, penguatan mental, dan tekad untuk memberikan penampilan terbaik.

Juara I Tak Menyangka Namanya Dipanggil

Laskhar Adelard Nawwafi Fahriyanto mengaku tidak pernah membayangkan akan keluar sebagai juara pertama. Baginya, proses belajar jauh lebih berharga dibanding sekadar mengejar gelar juara.

Selama masa persiapan, setiap waktu luang dimanfaatkannya untuk berlatih. Tidak hanya menghafal naskah pidato, tetapi juga memahami makna setiap kalimat agar pesan yang disampaikan dapat terasa alami di depan audiens.

JUARA 1: Siswa MTsN 1 Banyuwangi Laskhar Adelard Nawwafi Fahriyanto menerima piala dari Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
JUARA 1: Siswa MTsN 1 Banyuwangi Laskhar Adelard Nawwafi Fahriyanto menerima piala dari Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

"Persiapan mulai seleksi selama tiga hari, sedangkan untuk grand final hanya dua hari. Saya latihan terus setiap ada kesempatan. Yang paling penting memahami konteks dari teksnya," ujarnya.

Menariknya, saat tampil di hadapan ratusan pasang mata, rasa gugup justru hampir tidak ia rasakan. Laskhar memilih menikmati setiap momen ketika menyampaikan pidato.

"Tadi saya tampil tidak grogi, jadi lepas saja. Saya benar-benar tidak menyangka bisa juara satu," katanya sambil tersenyum.

Menurutnya, English Speech Contest bukan hanya ajang mencari pemenang, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk belajar menyampaikan gagasan dengan percaya diri.

"Ini lomba yang sangat positif dan harus terus digelar," harapnya.

Cara Cinta Mengusir Gugup: Anggap Tak Ada Penonton

Perjuangan serupa dialami Cinta Putri Hendrawan, siswi SMPN 2 Banyuwangi yang meraih Juara II. Ia baru mengetahui lolos ke grand final dua hari sebelum perlombaan berlangsung.

Waktu persiapan yang singkat sempat membuatnya pesimistis. Namun berkat pendampingan guru bahasa Inggris di sekolah, Cinta berusaha memanfaatkan setiap sesi latihan secara maksimal.

JUARA 2: Siswa SMPN 2 Banyuwangi, Cinta Putri Hendrawan, menerima piala dari Kasi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi H. Mastur. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
JUARA 2: Siswa SMPN 2 Banyuwangi, Cinta Putri Hendrawan, menerima piala dari Kasi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi H. Mastur. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Saat tampil di panggung, rasa gugup tetap datang. Namun ia memiliki cara sederhana untuk mengendalikan rasa tegang.

"Kalau grogi pasti, tapi saya berusaha chill out saja. Saya anggap tidak ada orang supaya tidak terlalu gugup," tuturnya.

Ketika namanya diumumkan sebagai Juara II, ekspresi tak percaya masih tampak di wajahnya. Baginya, prestasi tersebut menjadi hadiah atas kerja keras yang dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas.

Cinta berharap English Speech Contest terus menjadi agenda rutin agar semakin banyak pelajar Banyuwangi berani mengasah kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris di depan publik.

Latihan di Depan Cermin Antar Ilman ke Podium

Berbeda dengan dua rekannya, Ilman Rasyid Abdillah dari MTsN 3 Banyuwangi memiliki metode latihan yang sederhana namun konsisten.

Selama dua hari masa persiapan, ia memanfaatkan setiap jam kosong di sekolah untuk berlatih. Ketika malam tiba, sebuah cermin di rumah menjadi "penonton" yang menemaninya menyempurnakan penampilan.

Siswa MTsN 3 Banyuwangi Ilman Rasyid Abdillah menerima piala dari Chris Tirris, guru asal Australia, sekaligus juri contest. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Siswa MTsN 3 Banyuwangi Ilman Rasyid Abdillah menerima piala dari Chris Tirris, guru asal Australia, sekaligus juri contest. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

"Persiapannya cuma dua hari. Saya latihan setiap ada jamkos di sekolah serta setiap malam berlatih di depan kaca," katanya.

Meski sempat dihantui rasa deg-degan karena takut melakukan kesalahan, Ilman berhasil menuntaskan pidatonya dengan lancar hingga akhirnya meraih Juara III.

Keberanian Lebih Penting daripada Gelar Juara

Salah satu dewan juri, Aekanu Hariyono, menilai kemenangan memang layak diapresiasi. Namun menurutnya, nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah trofi atau gelar juara, melainkan keberanian peserta untuk berbicara di depan publik.

Budayawan sekaligus mantan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi itu menyebut kemampuan berbicara di depan umum akan menjadi bekal penting bagi generasi muda di masa depan.

"Yang paling penting adalah keberanian untuk tampil di depan orang banyak. Kalah atau menang itu urusan nanti. Yang terpenting mereka berani menyampaikan gagasannya," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang dinilai mampu menunjukkan kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata.

"Semua peserta tampil maksimal. Kemampuan bahasa Inggris mereka juga di atas rata-rata," pungkasnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Pidato Inggris English Speech MTsN 1 Juara lomba banyuwangi