Bupati Ipuk Buka English Speech Contest 2026, AI Jadi Sorotan dalam Sambutan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:13 WIB
Pembukaan English Speech Contest SMP/MTs se-Banyuwangi 2026 dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi. (Tangkapan Layar Youtube Radar Banyuwangi)
Pembukaan English Speech Contest SMP/MTs se-Banyuwangi 2026 dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi. (Tangkapan Layar Youtube Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – English Speech Contest tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi Tahun 2026 resmi dibuka dan langsung memasuki babak grand final di Aula MAN 1 Banyuwangi, Rabu (29/7). Sebanyak 20 pelajar terbaik dari berbagai kecamatan mulai beradu kemampuan berpidato dalam bahasa Inggris dengan mengusung tema "Budaya dan Pariwisata Banyuwangi".

Pembukaan kompetisi dihadiri langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi, jajaran pemerintah daerah, Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, serta perwakilan PT Lundin Industry Invest sebagai pendukung utama kegiatan.

Ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi perlombaan pidato berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kemampuan komunikasi, dan promosi budaya lokal kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi mengatakan kompetisi pidato memiliki tingkat tantangan yang lebih tinggi dibanding lomba story telling.

"Kalau lomba telling story, siswa bisa menghafal. Tapi kalau lomba pidato, siswa harus benar-benar menguasai materi. Karena jurinya berbeda latar belakangnya, ada yang menguasai bidang wisata, tata bahasa, dan wawasan peserta," ujarnya.

Menurut Samsudin, kemampuan memahami materi menjadi faktor utama karena peserta dituntut mampu menyampaikan gagasan secara spontan, meyakinkan, dan komunikatif di hadapan dewan juri.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan English Speech Contest yang dinilai mampu membentuk generasi muda yang percaya diri sekaligus memiliki karakter kuat.

Menurut Ipuk, kemampuan berkomunikasi menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan, terutama di era digital yang dipenuhi perkembangan kecerdasan buatan.

"Dulu kita bersaing dengan manusia, sekarang kita bersaing dengan AI," kata Ipuk.

Karena itu, lanjutnya, kegiatan seperti English Speech Contest perlu terus digelar agar pelajar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi, melainkan tetap mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi.

Babak grand final sendiri resmi dimulai pukul 08.00 WIB. Seluruh finalis sebelumnya telah melewati proses seleksi ketat melalui penilaian video yang dikirim kepada dewan juri pada Jumat (24/7).

Persaingan menuju gelar juara diprediksi berlangsung ketat. Dewan juri menilai kualitas peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi penguasaan bahasa Inggris maupun kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.

Tim juri terdiri atas Chris Tirris, guru asal Australia; Aekanu Hariyono, budayawan sekaligus mantan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi; serta Tasya Sams El Diny, alumnus Magister Sastra Arab Universitas Gadjah Mada.

Para juri menilai para finalis tidak hanya mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik, tetapi juga berhasil mengangkat nilai-nilai budaya dan potensi pariwisata Banyuwangi dalam materi pidato yang mereka bawakan.

Komposisi finalis juga menunjukkan pemerataan kualitas pendidikan di Banyuwangi. Dari 20 peserta, sebanyak 12 siswa berasal dari SMP, sedangkan 8 peserta lainnya dari MTs.

Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari sekolah di kawasan perkotaan. Finalis juga datang dari berbagai wilayah seperti Siliragung, Srono, Rogojampi, Genteng, hingga sejumlah kecamatan lain di Banyuwangi.

Keberagaman asal peserta menjadi bukti bahwa kemampuan berbahasa Inggris dan public speaking kini berkembang merata di kalangan pelajar Banyuwangi.

Selain Bupati Ipuk, pembukaan grand final juga dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono, serta perwakilan PT Lundin Industry Invest.

Melalui English Speech Contest 2026, para pelajar tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya dan potensi pariwisata Banyuwangi kepada dunia melalui kemampuan berbahasa Inggris yang kompetitif. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Banyuwangi 2026 Pidato Inggris MAN 1 English Speech bupati ipuk