20 Pelajar Banyuwangi Siap Adu Kemampuan di Grand Final English Speech Contest 2026

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB
CERMAT: Tim juri melakukan penilaian video peserta English Speech Contest di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jumat (24/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
CERMAT: Tim juri melakukan penilaian video peserta English Speech Contest di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jumat (24/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Panggung puncak English Speech Contest tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi Tahun 2026 siap digelar. Sebanyak 20 pelajar terbaik akan beradu kemampuan menyampaikan pidato berbahasa Inggris dengan tema “Budaya dan Pariwisata Banyuwangi” dalam babak grand final yang berlangsung di Aula MAN 1 Banyuwangi, Rabu (29/7) pagi.

Ajang yang mendapat dukungan penuh dari PT Lundin Industry Invest tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, kreativitas, sekaligus kepedulian terhadap potensi budaya dan wisata daerah.

Babak final dimulai pukul 08.00 WIB. Para peserta yang lolos sebelumnya telah melewati proses seleksi ketat melalui penilaian video yang dikirimkan kepada dewan juri pada Jumat (24/7).

Persaingan menuju gelar juara diprediksi berlangsung sengit. Hal itu terlihat dari kualitas penampilan para peserta selama tahap penjurian. Dewan juri menilai seluruh finalis memiliki kemampuan yang baik dan menunjukkan persiapan matang sebelum tampil di panggung utama.

Tim juri dalam kompetisi ini terdiri dari Chris Tirris, guru asal Australia; Aekanu Hariyono, budayawan sekaligus mantan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi; serta Tasya Sams El Diny, alumnus S2 Sastra Arab Universitas Gadjah Mada.

Menurut para juri, kemampuan peserta tahun ini mengalami perkembangan positif. Para finalis tidak hanya mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik, tetapi juga mampu mengangkat nilai budaya lokal Banyuwangi dalam materi pidatonya.

Komposisi peserta yang melaju ke babak final juga menunjukkan pemerataan partisipasi. Dari 20 finalis, sebanyak 12 siswa berasal dari jenjang SMP, sementara 8 peserta lainnya merupakan perwakilan MTs.

Tidak hanya didominasi sekolah di wilayah perkotaan, para finalis juga datang dari berbagai penjuru Banyuwangi. Sejumlah peserta dari kawasan selatan Bumi Blambangan berhasil menembus babak puncak, di antaranya dari Kecamatan Siliragung, Srono, Rogojampi, hingga Genteng.

Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menjadi gambaran bahwa talenta bahasa Inggris dan kemampuan berbicara di depan publik berkembang merata di kalangan pelajar Banyuwangi.

Pada babak final, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dijadwalkan hadir untuk menyaksikan langsung penampilan para peserta. Selain itu, acara tersebut juga akan dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono, serta perwakilan PT Lundin Industry Invest.

Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan pariwisata Banyuwangi melalui kemampuan berbahasa internasional. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
budaya banyuwangi English Speech Contest Pidato Bahasa Inggris Grand Final 2026 pelajar banyuwangi