RADAR BANYUWANGI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banyuwangi terus mengukuhkan diri sebagai salah satu madrasah unggulan di Banyuwangi. Tidak hanya mencetak lulusan berkarakter religius, lembaga pendidikan yang berlokasi di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, itu juga konsisten melahirkan siswa-siswi berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional melalui pembinaan akademik, keagamaan, olahraga, dan seni.
Deretan prestasi terbaru menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan madrasah tersebut membuahkan hasil. Mulai dari ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Jawa Timur, kompetisi nasional, hingga kejuaraan olahraga, nama MAN 4 Banyuwangi terus menghiasi daftar juara.
Kepala MAN 4 Banyuwangi Imam Syafi'i mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang menggabungkan penguatan karakter, pendidikan agama, dan pengembangan bakat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Di ajang MTQ tingkat Jawa Timur, siswi MAN 4 Banyuwangi Auline Alvira Syafa Azzahra berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) Putri. Sementara itu, Saif Sayyid Khan menyabet Juara 3 MFQ Putra.
"Keduanya merupakan penghafal Al-Qur'an 30 juz," ujar Imam.
Prestasi Auline tidak berhenti di tingkat provinsi. Pada tahun ini, ia kembali mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara Harapan 1 Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) dalam kompetisi yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
"Ini tentu prestasi yang membanggakan dari siswa kami," katanya.
Keberhasilan MAN 4 Banyuwangi juga terlihat di bidang olahraga. Para siswa mampu bersaing dalam berbagai cabang dan membawa pulang sejumlah medali.
Pada Kejuaraan IKS Cup ke-10 Cabang Banyuwangi, kontingen MAN 4 Banyuwangi berhasil meraih Juara 2 dan Juara 3 Pencak Silat untuk kategori remaja dan dewasa. Selain itu, siswa madrasah tersebut juga sukses mengamankan Juara 3 bulu tangkis tingkat Kabupaten Banyuwangi.
"Ini bukti siswa kami bisa bersaing di banyak bidang," tuturnya.
Menurut Imam, keberhasilan tersebut bukan terjadi secara instan. Madrasah berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya kepada setiap siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Saat ini MAN 4 Banyuwangi memiliki 28 jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih siswa sebagai wadah mengasah kemampuan, kepemimpinan, hingga keterampilan sosial.
"Kami berprinsip bahwa setiap anak memiliki bakat unik yang harus difasilitasi. MAN 4 Banyuwangi saat ini membuka 28 jenis ekstrakurikuler," jelasnya.
Selain pembinaan prestasi, madrasah juga memperkuat pendidikan karakter melalui Program Unggulan Tahfidz dan tradisi Kajian Kitab yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu. Program tersebut dirancang untuk membentuk pribadi yang religius, mandiri, sekaligus memiliki daya saing.
"Melalui wadah ini, minat, bakat, dan keterampilan sosial siswa dipoles secara optimal di luar jam kelas tanpa mengesampingkan pembentukan karakter yang religius dan mandiri," tegas Imam.
Pembinaan karakter bahkan dimulai sejak siswa baru memasuki lingkungan madrasah. Pada pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) tahun ajaran 2026/2027, peserta langsung mengikuti latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sebagai bagian dari pembentukan disiplin dan ketahanan mental.
Menurut Imam, kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan, baik secara fisik, mental, emosional, maupun spiritual.
"Kami ingin siswa memiliki kesiapan fisik, mental, emosional, hingga spiritual sebelum melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencegah pernikahan dini," pungkasnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin