Riset Ungkap Karakter Tiap Jenis Panci, Ketahui Mana yang Cocok untuk Memasak Sekaligus Menjaga Kesehatan

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:21 WIB
Kajian ilmiah mengungkap kelebihan dan kekurangan panci. (Pexels/Katerina Holmes)
Kajian ilmiah mengungkap kelebihan dan kekurangan panci. (Pexels/Katerina Holmes)

RADARBANYUWANGI.ID - Peralatan dapur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas memasak sehari-hari. Di balik berbagai hidangan yang tersaji di meja makan, pemilihan alat masak ternyata memiliki kaitan erat dengan aspek keamanan pangan dan kesehatan jangka panjang.

Pembahasan mengenai alat masak yang paling aman kembali menjadi perhatian setelah kanal YouTube SciShow mengulasnya dalam video edukasi berjudul The Best Pan, According to Science. Berdasarkan rangkuman berbagai hasil penelitian ilmiah, setiap jenis panci memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Artinya, tidak ada satu jenis panci yang dapat disebut paling unggul untuk seluruh kebutuhan memasak. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis masakan, sumber panas yang digunakan, hingga cara perawatan sehari-hari.

Panci anti lengket atau berbahan polytetrafluoroethylene (PTFE) masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena praktis digunakan. Permukaannya membuat makanan tidak mudah menempel sehingga penggunaan minyak lebih sedikit dan proses mencuci menjadi lebih mudah.

Namun, lapisan PTFE dapat mengalami kerusakan apabila dipanaskan pada suhu yang terlalu tinggi. Dalam kondisi tersebut, lapisan berpotensi terurai dan menghasilkan asap yang dapat mengganggu sistem pernapasan manusia maupun hewan peliharaan.

Alternatif lain yang cukup populer adalah panci keramik. Material ini menawarkan permukaan anti lengket dengan tampilan yang menarik. Meski demikian, lapisan kuasi-keramik memiliki daya tahan yang lebih terbatas terhadap panas tinggi dan lebih cepat mengalami penurunan kualitas apabila sering dibersihkan menggunakan mesin pencuci piring.

Sementara itu, panci aluminium dikenal memiliki harga yang relatif terjangkau, bobot ringan, serta mampu menghantarkan panas dengan cepat dan merata. Karakter tersebut membuatnya banyak digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Di sisi lain, aluminium tidak dapat digunakan pada kompor induksi. Selain itu, produk aluminium berkualitas rendah yang tidak memenuhi standar keamanan berpotensi melunturkan logam berat, seperti timbal, terutama ketika digunakan untuk memasak makanan yang bersifat asam.

Pilihan lain yang banyak direkomendasikan adalah panci berbahan stainless steel. Material ini dikenal kuat, tahan lama, dan tidak mudah bereaksi dengan makanan asam. Produk dengan konstruksi tri-ply atau all-clad juga mampu mendistribusikan panas secara lebih merata sehingga menghasilkan proses memasak yang lebih optimal.

Meski demikian, individu yang memiliki sensitivitas terhadap nikel atau kromium tetap perlu berhati-hati. Dalam kondisi tertentu, terutama saat penggunaan awal atau ketika permukaan panci telah tergores cukup parah, pelepasan logam dalam jumlah kecil masih mungkin terjadi.

Adapun panci titanium dinilai sebagai salah satu material yang paling stabil. Selain memiliki daya tahan tinggi, material ini diketahui minim melunturkan logam ke dalam makanan. Beberapa penelitian juga menunjukkan titanium mampu mempertahankan kandungan vitamin C dan vitamin B1 lebih baik selama proses memasak.

Kekurangannya terletak pada harga yang relatif lebih mahal dibandingkan jenis panci lainnya sehingga belum menjadi pilihan utama bagi sebagian konsumen.

Peneliti senior toksikologi material, Dr. Aris Thorne, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan saat memilih alat masak, tetapi juga memperhatikan kondisi fisiknya.

"Masyarakat perlu lebih cermat mengenali batas ketahanan alat masak di rumah. Penggunaan alat masak yang sudah terkelupas atau pemanasan berlebih pada pelapis tertentu berisiko memicu migrasi partikel kimia ke dalam sajian makanan," ujarnya saat memaparkan hasil riset dalam Simposium Internasional Keamanan Pangan di Jenewa, Swiss, pada 12 November 2024.

Para peneliti menegaskan tidak ada jenis panci yang sempurna untuk semua kebutuhan. Pilihan terbaik bergantung pada kebiasaan memasak, jenis kompor yang digunakan, kualitas produk, serta kedisiplinan dalam merawat peralatan dapur. Mengganti panci yang telah rusak dan menggunakan alat masak sesuai petunjuk pemakaian menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga keamanan makanan bagi seluruh anggota keluarga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : SciShow
panci aman untuk kesehatan