Dari 87 Peserta, Hanya 20 Lolos ke Grand Final English Speech Contest 2026

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 01:00 WIB
Tim juri melakukan penilaian video peserta English Speech Contest di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jumat (24/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Tim juri melakukan penilaian video peserta English Speech Contest di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jumat (24/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Persaingan English Speech Contest 2026 tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026 memasuki fase penentuan. Setelah menilai 87 video pidato berbahasa Inggris bertema "Banyuwangi Culture & Tourism", dewan juri menetapkan 20 peserta terbaik yang berhak melaju ke babak grand final.

Seleksi berlangsung pada Jumat (24/7) dengan proses penjurian yang melibatkan tiga dewan juri dari latar belakang berbeda, yakni Chris Tirris, guru asal Australia, Aekanu Hariyono, budayawan sekaligus mantan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, serta Tasya Sams El Diny, alumnus Magister Sastra Arab Universitas Gadjah Mada.

Dalam tahap penyisihan, setiap peserta mengirimkan video pidato berbahasa Inggris yang mengangkat potensi budaya dan pariwisata Banyuwangi. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada lima aspek utama, yakni kesesuaian isi (content and relevance), kemampuan berbahasa Inggris (English language proficiency), pelafalan dan intonasi (pronunciation and intonation), kemampuan berbicara di depan publik (delivery and public speaking skills), serta kualitas teknis video (technical quality compliance).

Nilai dari masing-masing juri kemudian diakumulasi untuk menentukan 20 peserta dengan skor tertinggi yang berhak tampil di babak puncak.

Secara umum, para juri menilai kualitas peserta tahun ini cukup kompetitif. Hampir seluruh peserta dinilai telah mempersiapkan materi dan penyampaian pidato dengan baik.

Salah satu juri, Tasya Sams El Diny, mengatakan kemampuan berbahasa Inggris saja belum cukup untuk menjadi yang terbaik. Menurutnya, peserta juga harus mampu menunjukkan pemahaman yang luas tentang budaya Banyuwangi serta menyampaikannya dengan cara yang menarik dan berkarakter.

"Saya lebih tertarik pada bagaimana peserta mengenalkan kebudayaan Banyuwangi yang jarang dilirik oleh wisatawan," ujarnya.

Ia menambahkan, orisinalitas dalam memilih tema serta kemampuan mengeksplorasi kekayaan budaya lokal menjadi nilai lebih yang dapat membedakan peserta dari kompetitor lainnya.

Babak grand final dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7). Sebanyak 20 finalis akan tampil secara langsung di hadapan dewan juri dan penonton untuk memperebutkan gelar juara English Speech Contest 2026.

Pada tahap akhir tersebut, para finalis tidak hanya dituntut fasih berbahasa Inggris, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang kuat, percaya diri di atas panggung, serta menjadi duta muda yang memperkenalkan budaya dan destinasi wisata Banyuwangi kepada dunia melalui kemampuan public speaking mereka. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Pidato Inggris English Speech Hari Anak grand final banyuwangi