MTsN 3 Banyuwangi Dominasi Grand Final English Speech Contest 2026, MTsN 1 Tempel Ketat

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 20:07 WIB
CERMAT: Tim juri melakukan penilaian video peserta English Speech Contest di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jumat (24/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
CERMAT: Tim juri melakukan penilaian video peserta English Speech Contest di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jumat (24/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Peta persaingan English Speech Contest 2026 tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi mulai terlihat. Dari 20 peserta yang lolos ke babak grand final, MTsN 3 Banyuwangi menjadi sekolah penyumbang finalis terbanyak dengan tiga peserta, disusul MTsN 1 Banyuwangi, SMPN 1 Banyuwangi, dan SMPN 2 Banyuwangi yang masing-masing meloloskan dua wakil.

Dominasi sejumlah sekolah tersebut muncul setelah dewan juri menuntaskan penilaian terhadap 87 video pidato berbahasa Inggris bertema "Banyuwangi Culture & Tourism" pada Jumat (24/7).

Hasil akumulasi nilai menetapkan 20 peserta terbaik yang berhak tampil di babak grand final dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Keberhasilan MTsN 3 Banyuwangi meloloskan tiga peserta menjadi catatan tersendiri. Sekolah tersebut diwakili Hilda Kharisma Putri, Ilman Rasyid Abdillah, dan Aqila Dzikra Wibisono.

Posisi berikutnya ditempati MTsN 1 Banyuwangi yang mengirim Laskhar Adelard Nawwafi Fahriyanto, Kiano Nararya Zhorif, dan Dzaky Aflah Faeyza. Dengan demikian, MTsN 1 juga meloloskan tiga finalis, menyamai capaian MTsN 3 sebagai sekolah dengan wakil terbanyak.

Sementara itu, SMPN 1 Banyuwangi mengirim dua finalis, yakni Ilhamka Cahya Al Kholidi dan Asha Hauraa Annayra. SMPN 2 Banyuwangi juga meloloskan dua peserta, yaitu Nalendra Aretha Pratama dan Muhammad Gilang Surya.

Sekolah lainnya masing-masing meloloskan satu wakil, sehingga persaingan pada babak grand final dipastikan berlangsung ketat.

Proses seleksi dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Chris Tirris, guru asal Australia, Aekanu Hariyono, budayawan dan mantan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, serta Tasya Sams El Diny, alumnus Magister Sastra Arab Universitas Gadjah Mada.

Penilaian meliputi lima aspek, yakni content and relevance, English language proficiency, pronunciation and intonation, delivery and public speaking skills, serta technical quality compliance.

Menurut salah satu juri, Tasya Sams El Diny, peserta yang memiliki peluang besar bukan hanya yang fasih berbahasa Inggris, tetapi juga mampu mengangkat kekayaan budaya Banyuwangi dengan cara yang kreatif dan menarik.

"Saya lebih tertarik pada bagaimana peserta mengenalkan kebudayaan Banyuwangi yang jarang dilirik oleh wisatawan," ujarnya.

Babak grand final dijadwalkan berlangsung Rabu (29/7). Seluruh finalis akan tampil secara langsung di hadapan dewan juri dan penonton untuk memperebutkan gelar juara.

Sekolah dengan Finalis Terbanyak

Sekolah Jumlah Finalis
MTsN 3 Banyuwangi 3
MTsN 1 Banyuwangi 3
SMPN 1 Banyuwangi 2
SMPN 2 Banyuwangi 2
MTsN 4 Banyuwangi 1
MTsN 10 Banyuwangi 1
SMPK Aletheia Genteng 1
SMPN 1 Genteng 1
SMPN 2 Genteng 1
SMPN 1 Srono 1
SMPN 1 Siliragung 1
SMPN 3 Banyuwangi 1
SMPN 5 Banyuwangi 1
SMP Al Irsyad 1

Keberhasilan MTsN 3 Banyuwangi dan MTsN 1 Banyuwangi meloloskan masing-masing tiga peserta menunjukkan konsistensi pembinaan kemampuan bahasa Inggris di tingkat madrasah.

Namun, persaingan menuju gelar juara masih terbuka lebar karena seluruh finalis akan kembali dinilai melalui penampilan langsung yang menguji kemampuan berbicara, penguasaan materi, dan teknik presentasi di atas panggung. (*)

Editor : Ali Sodiqin
MTsN 3 English Speech Hari Anak grand final banyuwangi