RADAR BANYUWANGI – Belajar bahasa Inggris tak lagi identik dengan hafalan dan suasana kelas yang kaku. Melalui Mini English Class yang digelar di Gedung Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi, Kamis (24/7), anak-anak diajak belajar dengan cara yang lebih santai, interaktif, dan menyenangkan. Hasilnya, mereka tidak hanya lebih mudah memahami materi, tetapi juga semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris.
Program edukasi tersebut diikuti sejumlah anak karyawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa). Selama sesi berlangsung, peserta belajar bersama Coach Tasya Syam dengan metode yang disesuaikan dengan kemampuan dan materi yang telah mereka pelajari di sekolah.
Kegiatan diawali dengan perkenalan diri menggunakan bahasa Inggris. Setelah itu, para peserta diajak menceritakan materi yang telah mereka pelajari di sekolah sekaligus mengulas kembali (review) pelajaran melalui berbagai latihan dan soal.
Pendekatan tersebut membuat suasana belajar terasa lebih cair. Anak-anak aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, hingga saling membantu memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit.
Salah seorang peserta, Naura Qothrun Nada, mengaku menikmati suasana belajar yang berbeda dari biasanya.
"Pembelajarannya seru, materi menjadi lebih gampang dipahami," ujarnya.
Dari Malu Menjadi Percaya Diri
Pengalaman serupa dirasakan Flora Azalea Manunggal. Siswi kelas IV sekolah dasar itu mengaku sempat gugup ketika mengikuti kelas untuk pertama kali. Namun, rasa canggung perlahan hilang seiring suasana belajar yang dibuat santai dan komunikatif.
"Awalnya malu, kemudian terbiasa lalu semakin seru," katanya.
Menurut pengajar Mini English Class, Tasya Syam, anak-anak saat ini memiliki modal yang lebih baik dalam mempelajari bahasa Inggris karena terbiasa mendengar kosakata maupun percakapan melalui internet dan media sosial.
Kondisi tersebut membuat mereka lebih cepat mengenali pengucapan maupun kosakata baru dibanding beberapa tahun lalu.
"Ini mungkin kelebihannya, jadi saat diajari mereka sudah lebih mudah paham karena sudah terbiasa mendengar di sosmed," ujar alumnus Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Belajar Disesuaikan dengan Usia Anak
Dalam setiap sesi, Tasya menerapkan metode belajar yang menyesuaikan usia dan tingkat pendidikan peserta. Pendekatan itu dilakukan agar setiap anak memperoleh materi sesuai kemampuan masing-masing tanpa merasa tertekan.
Selain membangun keberanian berbicara, pembelajaran juga diarahkan agar anak mampu menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari secara bertahap.
Pada pertemuan berikutnya, peserta akan diajak mempelajari materi berhitung dan mengenal waktu menggunakan bahasa Inggris.
"Pertemuan selanjutnya kita akan belajar tentang berhitung dan mengenal jam dalam bahasa Inggris. Rata-rata mereka sudah bisa, tinggal membuat semakin tertarik dan lancar," pungkas Tasya.
Melalui Mini English Class, Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi tidak hanya menjadi ruang belajar alternatif, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih menyenangkan. Pendekatan interaktif dan komunikatif diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menguasai bahasa internasional sejak usia dini. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin