Terobosan IVF, Ilmuwan Berhasil Lahirkan Anak Domba Sehat dari Sel Telur Muda yang Dimatangkan di Laboratorium

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:35 WIB
Ilmuwan berhasil melahirkan anak domba sehat melalui metode IVF eksperimental yang mematangkan sel telur muda di laboratorium. (Pexels/Meriç Tuna)
Ilmuwan berhasil melahirkan anak domba sehat melalui metode IVF eksperimental yang mematangkan sel telur muda di laboratorium. (Pexels/Meriç Tuna)

RADARBANYUWANGI.ID - Dunia teknologi reproduksi kembali mencatatkan kemajuan penting. Tim ilmuwan berhasil melahirkan seekor anak domba sehat melalui metode bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) eksperimental dengan memanfaatkan sel telur yang masih sangat muda dan dimatangkan sepenuhnya di laboratorium.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan teknologi reproduksi. Pasalnya, teknik ini memanfaatkan sel telur yang diambil dari folikel ovarium pada tahap perkembangan sangat awal, fase yang selama ini belum dapat dimanfaatkan dalam prosedur IVF konvensional.

Pada prosedur bayi tabung yang digunakan saat ini, pasien umumnya harus menjalani terapi hormon dosis tinggi untuk merangsang pematangan sel telur di dalam ovarium sebelum dilakukan pengambilan. Melalui pendekatan baru ini, sel telur diambil lebih awal, kemudian dimatangkan di luar tubuh menggunakan teknik in vitro maturation (IVM) hingga siap dibuahi.

Keberhasilan tersebut juga menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya teknik tersebut terbukti berhasil diterapkan pada mamalia besar. Sebelumnya, metode serupa baru menunjukkan hasil pada hewan pengerat, seperti mencit, sejak beberapa dekade lalu.

Para peneliti menilai keberhasilan pada domba memiliki arti penting karena sistem reproduksi hewan tersebut memiliki banyak kemiripan dengan manusia. Kondisi itu membuat hasil penelitian dinilai lebih relevan sebagai dasar pengembangan teknologi reproduksi pada manusia di masa mendatang.

Inovasi ini juga membawa harapan baru bagi perempuan yang berisiko kehilangan kesuburan akibat pengobatan kanker. Selama ini, salah satu metode mempertahankan kesuburan dilakukan melalui pembekuan dan transplantasi kembali jaringan ovarium. Namun, prosedur tersebut berpotensi membawa kembali sel-sel kanker ke dalam tubuh pasien.

Dengan memanfaatkan sel telur muda yang langsung dimatangkan di laboratorium, risiko tersebut berpeluang dihindari karena jaringan ovarium tidak perlu ditransplantasikan kembali.

Peneliti reproduksi dari Copenhagen University Hospital, Denmark, Stine Kristensen, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menyebut hasil riset ini sebagai pencapaian besar.

"Ini benar-benar sebuah terobosan besar," katanya.

Dalam keterangannya kepada New Scientist, Kristensen menyatakan karakteristik sistem reproduksi domba yang sangat mirip dengan manusia menjadikan hasil penelitian tersebut sebagai fondasi kuat untuk mengembangkan terapi kesuburan generasi berikutnya.

Meski demikian, teknologi tersebut masih memerlukan serangkaian penelitian lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas pada manusia. Para ilmuwan perlu memastikan keamanan, efektivitas, serta tingkat keberhasilan prosedur melalui berbagai uji praklinis dan klinis.

Apabila seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai harapan, metode ini berpotensi menjadi alternatif baru dalam program bayi tabung sekaligus memberikan peluang lebih besar bagi pasien kanker maupun perempuan dengan cadangan sel telur terbatas untuk memiliki keturunan di masa depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Teknologi Reproduksi bayi tabung ivf