Materi Khutbah Jumat Bulan Safar: Meluruskan Keyakinan, Memperbanyak Ikhtiar dan Tawakal

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:30 WIB
KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan khutbah wukuf di Arafah, mengingatkan jemaah tentang kesetaraan manusia dan pentingnya takwa. (haji.go.id)
FOTO ILUSTRASI: KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan khutbah wukuf di Arafah, mengingatkan jemaah tentang kesetaraan manusia dan pentingnya takwa. (haji.go.id)

RADAR BANYUWANGI - Berikut adalah contoh materi Khutbah Jumat Bulan Safar versi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Materi khutbah ini mengambil tema: Bulan Safar: Meluruskan Keyakinan, Memperbanyak Ikhtiar dan Tawakal


KHUTBAH PERTAMA

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

Amma ba'du.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal terbaik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali Imran: 102)


Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah

Kita saat ini berada di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah. Di tengah masyarakat masih ditemukan anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan sial, bulan penuh musibah, sehingga sebagian orang enggan menikah, membangun rumah, memulai usaha, bahkan bepergian pada bulan ini.

Keyakinan seperti ini perlu diluruskan karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena pertanda burung, tidak ada keyakinan terhadap burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar bahwa Islam menghapus keyakinan jahiliah yang menganggap Safar sebagai bulan pembawa kesialan.

Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kita diajarkan untuk tidak mempercayai tathayyur (anggapan sial), namun tetap memperbanyak doa, sedekah, istighfar, membaca Al-Qur'an, serta memohon perlindungan kepada Allah dari segala bala.

Bukan karena Safar membawa musibah, tetapi karena seorang mukmin dianjurkan memperbanyak amal saleh di setiap waktu.


Ikhtiar dan Tawakal

Jamaah yang dirahmati Allah,

Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya."

(QS. At-Thalaq: 3)

Tawakal bukan berarti meninggalkan usaha.

Rasulullah SAW bersabda:

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

"Ikatlah terlebih dahulu untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah."

(HR. Tirmidzi)

Karena itu, apabila hendak memulai usaha, menikah, membangun rumah, atau melakukan perjalanan di bulan Safar, maka lakukanlah dengan perhitungan yang matang, berdoa kepada Allah, kemudian bertawakal kepada-Nya.


Perbanyak Amal Saleh

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Daripada sibuk mempercayai mitos, lebih baik kita memperbanyak amal ibadah.

Allah SWT berfirman:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

"Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan."

(QS. Al-Baqarah: 148)

Perbanyaklah:

Semua amal tersebut merupakan benteng terbaik menghadapi berbagai ujian kehidupan.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.


KHUTBAH KEDUA

Pembukaan Bahasa Arab

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Marilah kita menjaga ketakwaan kepada Allah dalam setiap keadaan.

Bulan Safar hendaknya menjadi momentum memperkuat keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Tidak ada hari, bulan, atau waktu yang membawa sial dengan sendirinya.

Yang menentukan kebahagiaan seseorang adalah iman, amal saleh, doa, dan ketakwaannya kepada Allah.

Mari kita menjadi umat yang optimis, bekerja keras, memperbanyak doa, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta menghindari segala bentuk tahayul dan khurafat yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(QS. An-Nahl: 90)

Doa Penutup

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَادْفَعْ عَنَّا الْفِتَنَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْغَلَاءَ، وَسُوءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Catatan (Perspektif Nahdlatul Ulama)

Materi khutbah ini sejalan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, yaitu meluruskan keyakinan bahwa bulan Safar bukan bulan sial, sebagaimana hadis sahih "لا صفر". Pada saat yang sama, khutbah tetap mendorong amalan yang lazim di kalangan NU seperti memperbanyak doa, istighfar, shalawat, sedekah, dan tawasul kepada Allah tanpa meyakini adanya kesialan yang melekat pada bulan Safar. Pendekatan ini selaras dengan prinsip NU yang mengedepankan akidah yang lurus, fikih yang moderat, dan akhlak yang mulia.

Editor : Ali Sodiqin
contoh materi khutbah ahlussunnah bulan Safar contoh khutbah jumat