Sumber Gedor Banyuwangi Jadi Kelas Alam, Siswa SD 1 Rogojampi Diajak Kenali Siklus Air Secara Langsung

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 01:00 WIB
Puluhan siswa SDN 1 Rogojampi mendapatkan materi dari petugas PUDAM Banyuwangi Nadia Hidayanti Suseno saat mengikuti program Wis Esa Sek Adi di kawasan Sumber Gedor, Rabu (22/7). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Puluhan siswa SDN 1 Rogojampi mendapatkan materi dari petugas PUDAM Banyuwangi Nadia Hidayanti Suseno saat mengikuti program Wis Esa Sek Adi di kawasan Sumber Gedor, Rabu (22/7). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Program Wes Isa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini) kembali digelar setelah jeda libur semester genap. Sebanyak 64 siswa kelas VI SDN 1 Rogojampi mengikuti pembelajaran luar ruang di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (22/7), untuk mengenal siklus pemanfaatan air sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui program yang diinisiasi sebagai perpaduan antara wisata dan edukasi tersebut, para siswa diajak melihat secara langsung perjalanan air, mulai dari sumber mata air, proses penampungan, hingga distribusinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tak sekadar mendengarkan penjelasan, para peserta juga menyusuri kawasan Sumber Gedor dan bergiliran memasuki bangunan penampungan air peninggalan Belanda. Pengalaman itu memberi gambaran nyata mengenai proses pengelolaan air bersih yang selama ini hanya dipelajari melalui buku pelajaran.

Selain mengenal sistem distribusi air, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai fungsi air dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Beberapa siswa mencuci tangan dan membasuh muka di aliran air yang berasal dari Sumber Gedor. (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Beberapa siswa mencuci tangan dan membasuh muka di aliran air yang berasal dari Sumber Gedor. (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Rogojampi Usman menilai pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teori di ruang belajar.

“Program Wes Isa Sek Adi ini sangat bermanfaat. Kami sangat mengapresiasi dan berharap program tersebut tidak berhenti sampai di sini saja,” ujarnya.

Menurut Usman, kegiatan seperti ini mampu meningkatkan pemahaman siswa karena mereka menyaksikan langsung objek yang dipelajari. Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Banyuwangi.

“Program Wes Isa Sek Adi perlu diteruskan. Jika bisa semua siswa di Banyuwangi bisa merasakan kegiatan ini,” katanya.

Antusiasme juga dirasakan para peserta. Salah satunya, Ferdy, siswa kelas VI SDN 1 Rogojampi, yang mengaku lebih mudah memahami materi tentang air setelah melihat langsung sumber mata air dan proses pengelolaannya.

“Saya senang bisa datang ke Sumber Gedor serta bisa mendapatkan pelajaran tentang manfaat air,” tuturnya.

Program Wes Isa Sek Adi menjadi salah satu upaya memberikan pendidikan lingkungan sejak usia dini. Melalui pengalaman belajar di alam terbuka, siswa tidak hanya memahami pentingnya air bagi kehidupan, tetapi juga didorong untuk memiliki kepedulian dalam menjaga kelestarian sumber daya air dan lingkungan.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai bagian dari pendidikan berbasis pengalaman langsung.

“Ini dilakukan supaya anak-anak tidak selalu bermain gadget, tetapi bisa belajar dari alam,” pungkasnya. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber Gedor SDN Rogojampi Wes Isa Sek Adi siklus air wisata edukasi