Spesies Ikan Hias Laut Baru Ditemukan di Banyuwangi, BRIN Beri Nama Tomiyamichthys oriens

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:04 WIB
BRIN menemukan spesies baru ikan hias laut Tomiyamichthys oriens di perairan Banyuwangi. (ZooKeys)
BRIN menemukan spesies baru ikan hias laut Tomiyamichthys oriens di perairan Banyuwangi. (ZooKeys)

RADARBANYUWANGI.ID - Kekayaan hayati laut Banyuwangi kembali menarik perhatian dunia ilmiah. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi satu spesies baru ikan hias laut dari genus Tomiyamichthys yang ditemukan di perairan Banyuwangi. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens atau disingkat T. oriens.

Penemuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Kunto Wibowo, Hilda M. Pratiwi, Anik B. Dharmayanthi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama Agus Priyadi dan Ruby V. Kusumah dari Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN. Kajian tersebut juga melibatkan Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.

Penelitian bermula dari dua individu ikan gobi udang yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi. Kedua sampel kemudian dianalisis menggunakan pendekatan taksonomi integratif melalui pengamatan morfologi serta analisis DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).

Hasil kajian menunjukkan T. oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang. Namun, penelitian lebih mendalam menemukan sejumlah karakter pembeda yang konsisten, mulai dari jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga perbedaan pada tingkat molekuler.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, mengatakan penetapan spesies baru dilakukan melalui kombinasi berbagai metode ilmiah agar menghasilkan bukti yang lebih kuat.

"Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ujarnya, dikutip laman resmi BRIN.

Analisis DNA mitokondria memperlihatkan adanya perbedaan genetik sebesar 3,1 persen dibandingkan T. hyacinthinus. Selain itu, ikan ini memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil pada bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan yang tidak ditemukan pada spesies lain dalam genus yang sama.

Nama oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti "timur" atau "matahari terbit". Penamaan tersebut terinspirasi oleh warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus mengacu pada Banyuwangi yang dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.

Menurut Kunto, pemberian nama tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap lokasi pertama ditemukannya spesies baru tersebut.

"Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar," katanya.

Hingga kini, T. oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Berdasarkan informasi nelayan setempat, ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal. Meski demikian, hubungan ekologisnya dengan udang, yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok ikan gobi, masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Tomiyamichthys oriens BRIN banyuwangi