Enam Hari Tempa Karakter Siswa Baru, SMK Sri Tanjung Padukan MPLS dengan Perkemahan PTA

Sidrotul Muntoha • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:31 WIB
Peserta didik baru SMK Sri Tanjung mengikuti Perkemahan PTA sebagai upaya membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemandirian sejak awal menempuh pendidikan di sekolah vokasi.
Peserta didik baru SMK Sri Tanjung mengikuti Perkemahan PTA sebagai upaya membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemandirian sejak awal menempuh pendidikan di sekolah vokasi.

RADAR BANYUWANGI – SMK Sri Tanjung Banyuwangi mengemas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 dengan konsep berbeda. Tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, peserta didik baru juga mengikuti Perkemahan PTA sebagai upaya membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemandirian sejak awal menempuh pendidikan di sekolah vokasi.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 13–18 Juli 2026. Empat hari pertama diisi MPLS, sedangkan dua hari berikutnya dilanjutkan Perkemahan PTA yang dikemas dengan berbagai aktivitas pembinaan karakter di alam terbuka.

Selama MPLS, siswa diperkenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, program keahlian, hingga berbagai kegiatan yang menjadi ciri khas SMK Sri Tanjung. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, etika, dan semangat belajar sebagai bekal memasuki dunia pendidikan vokasi.

Kepala SMK Sri Tanjung Banyuwangi Arif Deny Prasetyo mengatakan perpaduan MPLS dan Perkemahan PTA merupakan strategi sekolah untuk membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.

"Peserta didik baru tidak hanya kami kenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga kami bekali nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan kemandirian. Harapannya, mereka siap mengikuti proses pembelajaran sekaligus mampu menghadapi tantangan di dunia kerja," ujarnya.

Menurut Arif, Perkemahan PTA menjadi media pembelajaran yang efektif karena siswa dilatih untuk berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan tantangan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

"Kompetensi keahlian memang penting, tetapi dunia industri saat ini juga membutuhkan lulusan yang memiliki karakter kuat, mampu berkolaborasi, dan memiliki etos kerja yang baik. Itu yang kami tanamkan sejak hari pertama," tambahnya.

Ketua Perpenas Banyuwangi Yunita Iliana mengapresiasi konsep MPLS yang dipadukan dengan kegiatan kepramukaan tersebut. Menurutnya, pendekatan seperti itu sejalan dengan semangat MPLS Ramah yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran dalam suasana yang aman, menyenangkan, dan edukatif.

"MPLS harus menjadi ruang yang menyenangkan, aman, dan mendidik. Ketika dipadukan dengan Perkemahan PTA, siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama," katanya.

Yunita menilai pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di dalam kelas. Kegiatan luar ruang mampu melatih keberanian mengambil keputusan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membentuk jiwa tangguh yang dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan karena selaras dengan upaya mencetak generasi yang berkarakter, berintegritas, kreatif, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Perpenas Banyuwangi pendidikan karakter mpls edukasi