Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bentengi Generasi Muda, BNNK Banyuwangi Sosialisasi Anti Narkoba di SMAN 2 Taruna Bhayangkara

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 17 Juli 2026 | 23:35 WIB
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan memberikan pembekalan dalam kegiatan sosialisasi anti narkoba di SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Jawa Timur, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (17/7). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan memberikan pembekalan dalam kegiatan sosialisasi anti narkoba di SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Jawa Timur, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (17/7). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 sebagai momentum memperkuat benteng generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Sedikitnya empat SMA dan SMK di Banyuwangi menjadi sasaran sosialisasi serentak yang digelar Jumat (17/7), dengan fokus membangun kesadaran pelajar sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

Langkah preventif tersebut dilakukan di tengah meningkatnya berbagai modus peredaran narkoba yang kini menyasar kalangan remaja. Selain mengenalkan bahaya narkotika bagi kesehatan dan masa depan, para siswa juga dibekali kemampuan mengenali bentuk-bentuk penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang.

BNNK Banyuwangi membagi personelnya menjadi dua tim. Tim pertama memberikan edukasi kepada siswa baru SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Jawa Timur di Kecamatan Genteng dan SMAN 1 Cluring. Sementara tim kedua menyasar SMAN 1 Banyuwangi serta SMKN 1 Tegalsari.

Di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur, kegiatan dipimpin langsung Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan. Kehadirannya disambut jajaran sekolah sebagai bentuk sinergi membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh narkoba.

Dalam pemaparannya, Rachmat menegaskan bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

"Narkoba ini bukan sekadar masalah hukum, tapi merupakan ancaman nyata yang bisa merusak kesehatan fisik dan mental kalian," tegasnya.

Masa Depan Dibangun Lewat Perjuangan

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika, Rachmat juga menyisipkan motivasi kepada para taruna dan taruni baru. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih secara instan.

"Masa depan itu bukan jalan tol yang lurus dan bebas hambatan. Masa depan harus ditempuh dengan penuh tantangan dan kelokan," ujarnya.

Untuk menguatkan pesan tersebut, ia membagikan pengalaman pribadinya saat gagal mengikuti seleksi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Alih-alih menyerah, kegagalan itu justru menjadi pemicu untuk terus belajar dan berlatih hingga akhirnya berhasil lolos menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

"Siswa harus punya konsistensi dalam berlatih, dalam belajar," katanya.

Menurut Rachmat, pengalaman hidup tersebut menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat.

"Perjuangan ini bahkan sudah saya tuliskan di buku kenangan sejak zaman SMP hingga saat menjadi Taruna dulu. Intinya, jangan pernah takut gagal. Teruslah berjuang," ungkapnya.

Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba

Dalam sosialisasi itu, BNNK Banyuwangi juga mengenalkan berbagai jenis narkotika yang saat ini beredar di masyarakat. Tidak hanya narkoba konvensional seperti ganja, para pelajar juga diingatkan terhadap munculnya modus baru yang menyasar anak muda.

Salah satunya adalah penyalahgunaan pod vape atau rokok elektrik yang telah dicampur cairan (liquid) mengandung narkotika. Modus tersebut dinilai berbahaya karena kerap tidak disadari oleh pengguna.

"Ada banyak macam termasuk yang sekarang ini sering disalahgunakan seperti pod getar," jelas Rachmat.

Ia berharap pemahaman sejak dini dapat membuat para pelajar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang.

Mengakhiri kegiatan, Kepala BNNK Banyuwangi mengajak seluruh siswa menjadi generasi yang berani menolak narkoba serta menjaga lingkungan pergaulan agar tetap sehat dan produktif.

"Kalian adalah calon-calon pemimpin bangsa. Jaga diri kalian, jaga lingkungan kalian. Katakan tidak pada narkoba!" pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, BNNK Banyuwangi berharap MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter pelajar yang sehat, tangguh, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
MPLS 2026 Anti Narkoba BNNK Banyuwangi pelajar banyuwangi Smadatara