Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ingin Lolos Beasiswa? Simak Tips Belajar Ala Xaviera Putri, Influencer dan Alumni Clash of Champions Season 1

Nabella Anastasya Pratiwi • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:12 WIB
Xaviera Putri membagikan strategi belajar yang membantunya meraih beasiswa ke KAIST. (Instagram/xavieraaputri)
Xaviera Putri membagikan strategi belajar yang membantunya meraih beasiswa ke KAIST. (Instagram/xavieraaputri)

RADARBANYUWANGI.ID - Influencer sekaligus peserta Clash of Champions (COC) Season 1, Xaviera Putri, membagikan strategi belajar yang selama ini membantunya meraih beasiswa hingga menempuh pendidikan di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan.

Perempuan berprestasi asal Jakarta tersebut saat ini menjalani program double degree pada jurusan Ilmu Komputer dan Manajemen Teknologi Bisnis di KAIST. Menurut Xaviera, keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh strategi, kedisiplinan, serta konsistensi dalam menjalankan proses belajar.

Salah satu metode yang paling ia andalkan adalah sistem manajemen waktu yang disebutnya sebagai "Nyicil is Power". Melalui cara ini, Xaviera memilih mempersiapkan materi sejak jauh hari, setidaknya dua pekan sebelum jadwal ujian atau seleksi.

Ia mengaku pernah mengandalkan sistem kebut semalam (SKS). Namun, hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. Pengalaman tersebut membuatnya beralih pada pola belajar bertahap yang dinilai lebih efektif karena memberikan waktu untuk memahami materi secara mendalam sekaligus mengurangi tekanan menjelang ujian.

Agar proses belajar tetap terarah, Xaviera memanfaatkan aplikasi Notion untuk menyusun jadwal belajar mingguan dan daftar tugas harian. Dengan cara itu, seluruh materi dapat dipantau sehingga tidak ada pembahasan yang terlewat.

Selain mengatur jadwal, Xaviera juga menerapkan teknik Pomodoro guna menjaga konsentrasi. Metode ini membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi fokus yang diselingi waktu istirahat singkat.

Meski konsep Pomodoro umumnya dikenal dengan pola 25 menit belajar dan lima menit istirahat, Xaviera menyesuaikannya dengan kebutuhan. Ia lebih sering belajar selama sekitar satu jam, kemudian beristirahat selama 15 menit. Menurutnya, pola tersebut mampu menjaga stamina mental sekaligus mempertahankan fokus ketika menghadapi materi yang padat.

Lingkungan belajar juga menjadi perhatian penting. Sebelum mulai belajar, Xaviera memastikan telepon genggam berada di luar jangkauan agar tidak terganggu notifikasi media sosial. Ia juga memilih ruangan yang nyaman dan kerap memutar musik instrumental untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Dalam mempelajari materi yang bersifat teoritis, Xaviera tidak mengandalkan hafalan semata. Ia lebih memilih membuat grafik, bagan, atau framework agar hubungan antar-konsep lebih mudah dipahami.

Sebagai contoh, saat mempelajari struktur tulang manusia, ia terlebih dahulu menyusun gambaran besar materi sebelum mempelajari rincian setiap bagian. Pendekatan visual tersebut dinilai membantu memahami alur materi secara lebih sistematis.

Strategi lain yang juga rutin diterapkan adalah mengevaluasi setiap kesalahan saat mengerjakan latihan soal. Alih-alih mengulang soal yang sudah dikuasai, Xaviera lebih fokus menganalisis jawaban yang keliru untuk menemukan letak kelemahan pemahamannya.

Menurutnya, proses evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan karena membantu memperbaiki konsep yang belum benar-benar dipahami.

Meski demikian, Xaviera menegaskan bahwa tidak ada satu metode belajar yang cocok untuk semua orang. Setiap materi memiliki karakteristik berbeda, sehingga strategi belajar perlu disesuaikan dengan kebutuhan, baik yang menuntut pemahaman konsep, latihan soal yang intensif, maupun kemampuan mengingat.

Ia pun mendorong para pelajar dan pejuang beasiswa untuk tidak ragu bereksperimen dengan berbagai metode belajar hingga menemukan cara yang paling sesuai. Sebab, kebutuhan belajar akan terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan jenjang pendidikan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Beasiswa luar negeri Xaviera Putri Clash of Champions