Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MPLS SMK 17 Agustus 1945 Cluring Usung Sekolah Ramah, Tanamkan Karakter dan Budaya Anti Perundungan

Zamrozi Wahyu • Kamis, 16 Juli 2026 | 04:30 WIB
BERBARIS: Peserta MPLS SMK 17 Agustus 1945 Cluring mengikuti kenaikan tingkat kepramukaan dari penggalang ke penegak di halaman sekolah, Rabu (15/7). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
BERBARIS: Peserta MPLS SMK 17 Agustus 1945 Cluring mengikuti kenaikan tingkat kepramukaan dari penggalang ke penegak di halaman sekolah, Rabu (15/7). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK 17 Agustus 1945 Cluring tahun ini tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan belajar. Selama tiga hari pelaksanaan, sekolah mengusung konsep MPLS Ramah yang mengedepankan kenyamanan peserta didik baru, pembentukan karakter, serta komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan.

Kegiatan berlangsung mulai Senin (13/7) hingga Rabu (15/7) malam di lingkungan sekolah. Sebelum MPLS dimulai, panitia lebih dulu menggelar pra-MPLS yang diisi validasi data peserta didik, pengenalan kompetensi keahlian, tes awal, hingga sosialisasi kepada wali murid sebagai bagian dari persiapan memasuki tahun ajaran baru.

Kepala SMK 17 Agustus 1945 Cluring Dwi Mujihariyanto melalui Panitia MPLS Rifki mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang mengikuti konsep MPLS Ramah yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

Menurutnya, materi tidak disampaikan secara monoton, melainkan dikemas melalui permainan edukatif, aktivitas interaktif, dan berbagai pendekatan yang membuat siswa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

"Materi disampaikan dengan metode yang menyenangkan, seperti permainan edukatif dan aktivitas interaktif. Tujuannya agar siswa merasa nyaman, gembira, dan tidak bosan selama mengikuti MPLS," ujarnya.

Pada hari terakhir, peserta didik mengikuti prosesi kenaikan golongan Pramuka dari Penggalang ke Penegak sebagai bagian dari pembinaan karakter. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pentas bakat yang berlangsung hingga malam sebagai ruang bagi siswa baru untuk menunjukkan potensi, melatih keberanian, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Selain itu, sekolah juga menerapkan kebijakan yang melibatkan keluarga dalam proses adaptasi siswa. Selama MPLS berlangsung, seluruh peserta diwajibkan datang dan pulang didampingi orang tua.

"Selama pelaksanaan MPLS siswa juga wajib diantar dan dijemput langsung oleh orang tua sebagai bentuk pengawasan dan keterlibatan keluarga dalam proses adaptasi anak di lingkungan sekolah," kata Rifki.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perempuan Nasional (Perpenas) Banyuwangi Yunita Iliana menilai pelaksanaan MPLS saat ini harus menjadi momentum membangun karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah.

Menurutnya, sekolah perlu menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, toleransi, dan budaya saling menghormati agar tercipta lingkungan belajar yang aman serta mendukung perkembangan peserta didik.

"MPLS bukan lagi sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai positif, seperti integritas, tanggung jawab, toleransi, dan budaya saling menghormati di lingkungan pendidikan," terangnya.

Yunita menegaskan, seluruh satuan pendidikan harus memastikan MPLS berlangsung tanpa praktik kekerasan maupun perundungan. Lingkungan sekolah yang ramah dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri siswa baru dalam menjalani proses belajar.

"Melalui MPLS, kami ingin menciptakan suasana sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Peserta didik baru harus merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah," pungkasnya. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
MPLS Ramah SMK Cluring MPLS Banyuwangi Bebas perundungan Sekolah ramah