RADAR BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Katolik dan SD Katolik Santa Maria Banyuwangi berjalan sesuai pedoman.
Monitoring yang dilakukan Rabu (15/7) difokuskan untuk memastikan proses adaptasi peserta didik baru berlangsung aman, ramah anak, bebas perundungan, serta mengedepankan nilai-nilai edukatif sejak hari pertama sekolah.
Pemantauan dilakukan oleh Penyelenggara Katolik Kemenag Banyuwangi dengan mengunjungi dua satuan pendidikan, yakni TKK Santa Maria Banyuwangi dan SDK Santa Maria Banyuwangi.
Di TKK Santa Maria, Kepala Sekolah Elisabeth Nugrohowati menyampaikan lembaganya menerima 41 peserta didik baru pada tahun ajaran ini. MPLS dilaksanakan selama lima hari dengan jadwal pukul 07.00 hingga 08.30 WIB.
Untuk membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan baru, sekolah menerapkan sistem kepulangan secara bertahap sehingga peserta didik tidak merasa terbebani selama masa pengenalan sekolah.
"Kami berupaya menghadirkan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan agar anak-anak dapat beradaptasi secara bertahap," ujarnya.
Elisabeth menambahkan, kegiatan belajar mengajar secara efektif akan dimulai pada pekan pertama Agustus setelah seluruh rangkaian MPLS selesai.
Monitoring kemudian berlanjut ke SDK Santa Maria Banyuwangi. Kepala SDK Santa Maria Robertha Sulastriyah mengatakan sekolahnya juga menerima 41 siswa baru yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar.
Di tingkat sekolah dasar, MPLS berlangsung selama tiga hari mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, guru juga memberikan penguatan kompetensi kepada peserta didik melalui pembelajaran Bahasa Mandarin setiap Rabu serta Bahasa Osing sebagai muatan lokal untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi sejak dini.
Penyelenggara Katolik Kemenag Banyuwangi Purwowidodo menegaskan, MPLS bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi fase penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa aman bagi peserta didik baru.
Karena itu, seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan pendekatan ramah anak, tanpa kekerasan, serta bebas dari praktik perundungan.
Menurutnya, hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan MPLS di TKK maupun SDK Santa Maria berlangsung tertib, terarah, dan telah mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Kami memastikan seluruh kegiatan berjalan tanpa kekerasan, bebas perundungan, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan," tegasnya.
Purwowidodo menambahkan, Kemenag Banyuwangi akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan keagamaan agar tetap berkualitas, inklusif, sekaligus menjamin perlindungan serta tumbuh kembang peserta didik.
Melalui monitoring tersebut, Kemenag berharap seluruh sekolah di bawah binaannya mampu menjadikan MPLS sebagai ruang awal yang positif bagi siswa untuk mengenal lingkungan belajar, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan semangat mengikuti proses pendidikan di tahun ajaran baru. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin