Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BNNK Banyuwangi Sasar Enam SMA/SMK, Ribuan Siswa Baru Dapat Edukasi Narkoba

M Ksatria Raya • Kamis, 16 Juli 2026 | 01:30 WIB
SOSIALISASI: Pegawai BNNK Banyuwangi Afrizal Mujahid memberikan materi bahaya narkoba kepada para siswa baru di SMKN 1 Glagah, Rabu (15/7). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
SOSIALISASI: Pegawai BNNK Banyuwangi Afrizal Mujahid memberikan materi bahaya narkoba kepada para siswa baru di SMKN 1 Glagah, Rabu (15/7). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ribuan siswa baru di enam SMA dan SMK di Banyuwangi mendapat bekal penting pada hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/7).

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika sebagai langkah preventif membentengi generasi muda dari ancaman peredaran gelap narkoba.

Program tersebut menyasar enam sekolah, yakni SMAN 1 Gambiran, SMKN 1 Glagah, SMKN 2 Tegalsari, SMAN 1 Muncar, SMKN Darul Ulum Muncar, dan SMAN 1 Tegaldlimo. Kegiatan menjadi bagian dari strategi BNNK Banyuwangi memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan sejak hari pertama siswa memasuki jenjang sekolah baru.

Salah satu kegiatan berlangsung di SMKN 1 Glagah. Sebanyak 860 siswa baru mengikuti sosialisasi yang disampaikan pegawai BNNK Banyuwangi, Afrizal Mujahid, pada Selasa (15/7).

Dalam pembekalan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis narkotika, pola peredaran yang kerap menyasar kalangan remaja, hingga dampak kesehatan, psikologis, sosial, dan konsekuensi hukum akibat penyalahgunaan narkoba. Mereka juga diajak membangun keberanian untuk menolak ajakan menggunakan narkoba sekaligus saling mengingatkan sesama teman agar tidak terjerumus.

Afrizal Mujahid mengatakan, pelajar menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi target jaringan peredaran narkotika. Karena itu, edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman sekaligus memperkuat ketahanan diri para siswa menghadapi berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman yang benar kepada para siswa tentang bahaya narkotika, dampaknya bagi kesehatan, masa depan, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Pencegahan harus dimulai sejak dini agar mereka memiliki benteng yang kuat untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba," katanya.

Menurut Afrizal, momentum MPLS menjadi waktu yang sangat tepat untuk menyisipkan edukasi antinarkoba. Sebab, para siswa sedang memasuki fase baru dalam kehidupan sekolah yang membutuhkan bekal pengetahuan dan karakter agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

"Harapan kami, siswa-siswi baru ini dapat menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan memiliki karakter kuat. Jangan sampai cita-cita yang sudah dibangun sejak kecil hancur hanya karena terjerat narkoba," tegasnya.

BNNK Banyuwangi, lanjut Afrizal, berkomitmen memperluas program pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat dan edukasi berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sekolah yang bersih dari narkoba sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Ketua Panitia MPLS SMKN 1 Glagah Muri Kuwandoko menilai kolaborasi dengan BNNK Banyuwangi menjadi bagian penting dalam upaya melindungi peserta didik dari ancaman narkoba. Menurutnya, pencegahan tidak mungkin dibebankan kepada sekolah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak.

"Kami banyak berharap dukungan dari BNNK Banyuwangi untuk terus memberikan sosialisasi bahaya narkoba. Ini bukan hanya tugas sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Pria yang juga menjabat Wakil Kepala SMKN 1 Glagah Bidang Kesiswaan itu menambahkan, kehadiran narasumber dari BNNK membuat materi yang diterima siswa lebih kredibel dan mudah dipahami.

"Menyadarkan para remaja tentang bahaya narkoba membutuhkan pemateri yang benar-benar berkompeten sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima," pungkasnya. (rio/ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Edukasi narkoba MPLS Banyuwangi BNNK Banyuwangi siswa baru Bahaya Narkoba