RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 273 mahasiswa Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) resmi diterjunkan untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 2026 di 19 desa yang tersebar di empat kecamatan di Banyuwangi.
Selama 40 hari ke depan, mereka tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ditantang menghadirkan solusi nyata berbasis kebutuhan warga melalui program yang berkelanjutan.
Pelepasan peserta KKN-PPM berlangsung di Kantor Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Rabu (15/7). Program pengabdian tahun ini melibatkan mahasiswa dari empat fakultas, yakni Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Sebanyak 19 desa di Kecamatan Cluring, Gambiran, Srono, dan Kalipuro menjadi lokasi pengabdian. Berbeda dengan pola KKN konvensional yang identik dengan pembangunan fisik, UNIIB mengarahkan mahasiswa agar lebih fokus menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat melalui program inovatif yang memiliki dampak jangka panjang.
Rektor UNIIB Dr H Lukman Hakim SAg MHI menegaskan, KKN-PPM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wadah bagi mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sekaligus belajar langsung dari masyarakat.
Menurutnya, paradigma KKN telah berubah. Jika dahulu kegiatan mahasiswa lebih banyak berkutat pada pembangunan fisik, kini mereka didorong menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
"Dulu KKN identik dengan kegiatan fisik bahkan seperti membuat gapura, sedangkan sekarang didorong untuk mampu menghadirkan inovasi yang berkaitan dengan problem-problem masyarakat dan memberikan solusi yang nyata," ujarnya.
Lukman menjelaskan, perubahan tersebut selaras dengan konsep Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang menjadi fondasi KKN UNIIB tahun ini. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga membangun kolaborasi bersama masyarakat agar manfaat program tetap dirasakan setelah masa KKN berakhir.
"Melalui KKN-PPM ini, mahasiswa diharapkan bisa belajar secara langsung ke masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah," harapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIIB Amir Mahmud mengatakan seluruh peserta KKN telah dibekali metodologi Participatory Action Research (PAR) sebelum diterjunkan ke desa.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa lebih dulu melakukan survei dan pemetaan persoalan di lokasi penempatan sehingga program kerja yang dijalankan benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.
"Jadi sebelum diterjunkan, mereka sudah melakukan survei intensif di desa tujuan. Sehingga di waktu pelepasan, mereka langsung siap mengeksekusi program berbasis kebutuhan riil desa," katanya.
Amir menambahkan, seluruh program yang dijalankan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi atau penyuluhan sesaat. Mahasiswa didorong menyusun program yang mampu memberikan solusi sekaligus dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa pengabdian selesai.
"Program harus lahir dari persoalan yang benar-benar ada di masyarakat. Setelah masalahnya dipetakan, mahasiswa menyusun program yang bisa memberikan solusi ke masyarakat," pungkasnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin