RADAR BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat langkah agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan. Melalui Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi menggencarkan upaya pendataan, pendampingan, hingga pemberian bantuan agar anak-anak yang terlanjur putus sekolah dapat kembali belajar.
Program tersebut menjadi salah satu strategi utama Pemkab Banyuwangi dalam menekan angka anak putus sekolah sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di seluruh wilayah Bumi Blambangan.
Melalui Garda Ampuh, pemerintah tidak hanya mendata anak yang berhenti sekolah, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kendala yang mereka hadapi, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga akses pendidikan. Selanjutnya, setiap anak akan mendapatkan pendampingan dan fasilitasi sesuai kebutuhan agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain menurunkan angka anak putus sekolah, program tersebut juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Banyuwangi untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Keberlanjutan pendidikan dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan semakin banyak anak yang kembali mengenyam pendidikan, Banyuwangi diharapkan memiliki generasi yang lebih kompetitif dan siap mendukung pembangunan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menegaskan bahwa keberhasilan Garda Ampuh membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, Dispendik Banyuwangi terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar setiap anak yang mengalami hambatan melanjutkan pendidikan dapat memperoleh pendampingan secara menyeluruh dan akses layanan pendidikan yang tepat sasaran.
"Dinas Pendidikan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak yang mengalami hambatan dalam melanjutkan pendidikan memperoleh pendampingan dan akses layanan pendidikan secara tepat sasaran," ujar Alfian.
Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Banyuwangi dalam memastikan hak setiap anak atas pendidikan tetap terpenuhi tanpa terkecuali.
Melalui Garda Ampuh, pemerintah berharap tidak hanya mampu menekan angka putus sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif sehingga seluruh anak Banyuwangi memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mewujudkan cita-cita mereka.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Garda Ampuh diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan generasi Banyuwangi yang lebih berdaya saing melalui pendidikan yang berkelanjutan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin