Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sekolah Rakyat Banyuwangi Terintegrasi Siap Beroperasi, Tampung 9 Rombel Baru

Sigit Hariyadi • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:30 WIB
PENGENALAN LINGKUNGAN: Wabup Mujiono meninjau MPLS di kompleks SRT 1 Banyuwangi pada Selasa (14/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)
PENGENALAN LINGKUNGAN: Wabup Mujiono meninjau MPLS di kompleks SRT 1 Banyuwangi pada Selasa (14/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat (SR) Banyuwangi kembali membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan gratis berbasis asrama. Sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel) siswa baru telah diterima dan dijadwalkan menempati kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, mulai Agustus mendatang.

Kepastian itu seiring progres pembangunan kompleks sekolah seluas 7 hektare yang kini telah mencapai 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026. Seluruh aktivitas belajar yang selama ini tersebar di dua lokasi akan dipusatkan di gedung baru tersebut.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan gratis sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Alhamdulillah progres pembangunan setiap gedung sudah mencapai 85-90 persen. Jika pembangunan sesuai target, insya Allah Agustus nanti gedung ini sudah bisa ditempati para siswa," ujar Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi orang tua serta calon siswa, Selasa (14/7).

Menurut Mujiono, keberadaan gedung baru tersebut merupakan implementasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan pendidikan berasrama secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta keterampilan hidup sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

"Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," katanya.

Mujiono juga mengungkapkan perkembangan positif para peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, para siswa kini semakin percaya diri, memiliki motivasi tinggi, dan optimistis mengejar cita-cita.

Bahkan, sejumlah lulusan telah berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara lainnya telah diterima bekerja di perusahaan nasional.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno, menjelaskan bahwa dua Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya beroperasi di lokasi berbeda kini dilebur menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi.

Selama ini, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ASN di Desa Licin dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.

Setelah kompleks baru selesai dibangun, seluruh siswa akan belajar dalam satu kawasan terpadu sehingga proses pendidikan, pembinaan karakter, hingga aktivitas asrama dapat berjalan lebih optimal.

"Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa SR di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda," jelas Winarno.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar dari berbagai jenjang pendidikan. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut kembali menerima sembilan rombel siswa baru, masing-masing tiga rombel jenjang SD, tiga rombel SMP, dan tiga rombel SMA.

Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru di Desa Blambangan setelah pembangunan selesai dan seluruh sarana pendukung dinyatakan siap digunakan.

Dengan hadirnya fasilitas baru yang lebih representatif, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap Sekolah Rakyat semakin mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki keterampilan, dan mampu menjadi penggerak perubahan ekonomi keluarga melalui jalur pendidikan. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Gedung Baru mujiono siswa baru Sekolah Rakyat banyuwangi