RADARBANYUWANGI.ID - Les gratis menjadi salah satu alternatif bagi orang tua untuk membantu anak meningkatkan prestasi belajar tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Selain menghemat pengeluaran pendidikan, pendampingan belajar di luar jam sekolah juga dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang belum dikuasai di kelas.
Manfaat tersebut terlihat dalam kegiatan les gratis yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Program yang berlangsung setiap Jumat dan Sabtu sepanjang Juli 2026 itu menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga kelas 6.
Kegiatan perdana dilaksanakan di Balai Desa Karangbendo pada Jumat (10/7/2026). Selama pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan secara langsung melalui penyampaian materi, latihan soal, hingga sesi tanya jawab sehingga proses belajar berlangsung lebih interaktif.
Fokus pembelajaran diberikan pada Matematika dan Bahasa Inggris. Kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena menjadi kemampuan dasar yang penting untuk menunjang perkembangan akademik siswa pada jenjang pendidikan berikutnya.
Mahasiswa KKN Untag Banyuwangi, Rizka, mengatakan program tersebut bertujuan membantu anak-anak lebih mudah memahami materi yang telah dipelajari di sekolah sekaligus menumbuhkan motivasi belajar.
"Les ini bertujuan untuk menambah semangat belajar adik-adik dan membantu adik-adik untuk lebih memahami lagi pembelajaran yang ada di sekolah. Materi yang kami ajarkan adalah Matematika dan Bahasa Inggris," ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman materi, les gratis juga memberikan akses belajar yang lebih merata bagi masyarakat. Dengan adanya pendampingan tanpa biaya, siswa tetap dapat memperoleh materi yang terstruktur dan bimbingan langsung meski tidak mengikuti lembaga bimbingan belajar berbayar.
Pada pelaksanaan hari pertama, suasana belajar berlangsung aktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi dan memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan para pendamping ketika menemui materi yang belum dipahami.
Rizka menyebut kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme peserta menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menjalankan program hingga masa KKN berakhir.
"Alhamdulillah les gratis pada hari ini berjalan dengan lancar, dan adik-adik sangat antusias untuk mengikuti les gratis. Kami juga mendapat respons positif dari masyarakat karena dapat membantu adik-adik untuk lebih memahami lagi pembelajaran yang ada di sekolah," ungkapnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi