RADAR BANYUWANGI – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi pengalaman baru bagi peserta didik, tetapi juga momen penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan secara langsung. Karena itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi mengajak para orang tua meluangkan waktu mengantarkan putra-putrinya ke sekolah pada awal tahun ajaran sebagai bekal membangun rasa aman dan percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru.
Ajakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi, Alfian, yang menilai kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah memiliki arti besar dalam proses adaptasi peserta didik.
Menurutnya, selain mengantar anak hingga ke sekolah, orang tua juga diharapkan menjalin komunikasi dengan guru dan kepala sekolah sebagai langkah awal membangun sinergi dalam mendampingi proses pendidikan.
"Para orang tua murid baru, mari antarkan putra-putri sampai ke sekolah hingga ke depan kelas. Bangun komunikasi dengan para guru dan kepala sekolah," ujarnya.
MPLS Jadi Awal Pembentukan Karakter
Alfian menjelaskan, MPLS bukan sekadar kegiatan mengenalkan fasilitas sekolah atau mempertemukan siswa dengan guru dan teman baru. Lebih dari itu, masa pengenalan menjadi gerbang awal bagi peserta didik memasuki lingkungan pendidikan yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.
Selama MPLS, siswa mulai belajar beradaptasi dengan budaya sekolah, memahami tata tertib, mengenal lingkungan belajar, sekaligus membangun kebiasaan positif yang akan mendukung proses pendidikan.
"MPLS merupakan bagian dari awal pintu pertama untuk melangkah ke dunia yang baru serta lingkungan yang baru, juga karakter yang akan membentuk mereka ke depannya," katanya.
Dukungan Orang Tua Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak
Menurut Alfian, kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak sampai di gerbang. Dukungan emosional yang diberikan mampu membantu anak merasa lebih tenang, aman, dan siap menghadapi lingkungan baru.
Ia menyebut perhatian sederhana tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik sehingga proses adaptasi di sekolah berlangsung lebih mudah.
"Hadirnya para orang tua adalah pelukan hangat yang mereka butuhkan sebelum berani melangkah ke sekolah," ujarnya.
Alfian menegaskan, keberhasilan MPLS tidak hanya diukur dari seberapa jauh siswa mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga dari tumbuhnya rasa nyaman, semangat belajar, dan keyakinan diri sejak hari pertama mengikuti kegiatan belajar.
Melalui keterlibatan orang tua sejak awal, Dispendik Banyuwangi berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi yang berkarakter, percaya diri, dan siap mengikuti proses pembelajaran di jenjang pendidikan yang baru. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin