Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kembali ke Almamater, Kepala BNNK Banyuwangi Bekali 455 Siswa Baru MAN 1 Tolak Narkoba

Bagus Rio Rohman • Selasa, 14 Juli 2026 | 04:35 WIB
SENIOR-JUNIOR: Kepala BNNK Kombespol Rachmat Kurniawan mengingatkan adik-adik tingkatnya di MAN 1 Banyuwangi tentang bahaya dan beragam dampak negatif penyalahgunaan narkoba, Senin (13/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
SENIOR-JUNIOR: Kepala BNNK Kombespol Rachmat Kurniawan mengingatkan adik-adik tingkatnya di MAN 1 Banyuwangi tentang bahaya dan beragam dampak negatif penyalahgunaan narkoba, Senin (13/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ada suasana berbeda pada pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MAN 1 Banyuwangi, Senin (13/7). Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi), Kombespol Rachmat Kurniawan, kembali menginjakkan kaki di almamaternya. Namun kali ini, alumni angkatan 1990–1993 itu hadir bukan sebagai siswa, melainkan membawa misi penting: mengingatkan 455 peserta didik baru tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Di hadapan ratusan siswa baru, Rachmat mengajak generasi muda membangun keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pelajar merupakan salah satu kelompok yang paling rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkotika sehingga perlu dibekali pengetahuan sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

"Sekolah ini memiliki kenangan yang sangat berarti bagi saya. Dulu saya belajar di sini, dan hari ini saya kembali dengan tugas yang berbeda, yakni mengingatkan adik-adik semua agar tidak pernah mencoba, apalagi terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Masa depan kalian sangat berharga," ujarnya.

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkoba bukan hanya mengancam kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mampu menghancurkan cita-cita serta masa depan seseorang. Karena itu, siswa diminta memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, membangun karakter positif, dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

"Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan yang sudah kalian rancang hancur hanya karena narkoba. Katakan tidak pada narkoba dan jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing," tegasnya.

MPLS Dibekali Pendidikan Karakter

Kepala MAN 1 Banyuwangi, Sugeng Maryono, menjelaskan, sosialisasi dari BNNK Banyuwangi menjadi salah satu rangkaian MATAMUDA yang berlangsung selama sepekan hingga Jumat (17/7).

Hari pertama diawali dengan apel pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, dan Hymne Madrasah. Selanjutnya siswa mengikuti materi dari BNNK Banyuwangi, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, hingga kegiatan virtual bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Pada hari-hari berikutnya, peserta MATAMUDA juga akan mendapatkan materi tertib berlalu lintas dari Polresta Banyuwangi, pendidikan lingkungan hidup dan program Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pola hidup bersih dan sehat dari Puskesmas Sobo, hingga sesi motivasi bersama alumni MAN 1 Banyuwangi yang kini berkarier sebagai dosen.

Selain itu, siswa baru akan mengikuti materi moderasi beragama dan kepemimpinan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Banyuwangi, serta pelatihan kedisiplinan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama personel Kodim 0825 Banyuwangi.

"Tujuan MPLS ini bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan bekal kepada siswa untuk memahami bahaya narkotika, menerapkan konsep madrasah hijau, membangun kedisiplinan, serta meningkatkan kesadaran berlalu lintas sejak dini," terang Sugeng.

Larangan Narkoba Juga Ditekankan dari Perspektif Agama

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Choirani Hidayat, turut memberikan materi mengenai tinjauan logika religius terhadap larangan penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, narkoba bertentangan dengan ajaran agama karena tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga membawa dampak buruk bagi keluarga dan lingkungan sosial.

"Para siswa diharapkan dapat menjadi duta madrasah di tengah masyarakat, menjadi teladan dan duta akhlakul karimah yang mampu membawa nilai-nilai kebaikan di lingkungannya masing-masing," ujarnya.

Melalui rangkaian MATAMUDA yang memadukan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, kesehatan, lingkungan, hingga pencegahan narkoba, MAN 1 Banyuwangi berharap para peserta didik baru tidak hanya siap mengikuti proses belajar, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berprestasi, dan mampu menjauhi berbagai pengaruh negatif. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Rachmat Kurniawan #MAN 1 #BNNK Banyuwangi #mpls #Bahaya Narkoba