Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BNNK Banyuwangi Manfaatkan MPLS untuk Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba

Bagus Rio Rohman • Selasa, 14 Juli 2026 | 03:30 WIB
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan menyampaikan sosialisasi tentang bahaya penyelahgunaan narkoba kepada siswa baru SMAN 1 Giri, Senin (13/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan menyampaikan sosialisasi tentang bahaya penyelahgunaan narkoba kepada siswa baru SMAN 1 Giri, Senin (13/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi untuk memperkuat edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Mengawali tahun ajaran baru, BNNK bersama Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi menyasar 26 SMA dan SMK dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba, dampak kesehatan, hingga ancaman hukum bagi pelaku penyalahgunaan dan peredarannya.

Pada hari pertama pelaksanaan, Minggu (13/7), sosialisasi digelar di SMAN 1 Giri, SMKN 1 Banyuwangi, SMAN Darussolah Singonjuruh, dan SMAN Rogojampi. Ratusan peserta didik baru mengikuti materi yang disampaikan sebagai bekal awal sebelum memulai proses belajar di sekolah.

Kepala BNNK Banyuwangi, Kombespol Rachmat Kurniawan, mengatakan MPLS merupakan waktu yang strategis untuk membangun kesadaran siswa mengenai bahaya narkotika sejak dini. Menurutnya, kalangan remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkoba sehingga perlu dibekali pemahaman yang benar.

"Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran siswa sejak awal memasuki lingkungan sekolah. Mereka harus memahami bahwa narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan dan berujung pada persoalan hukum," katanya.

Pencegahan Jadi Strategi Utama

Rachmat menegaskan, pendekatan preventif terus menjadi prioritas BNNK Banyuwangi dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Karena itu, sinergi dengan dunia pendidikan dinilai penting untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari narkoba.

Ia berharap edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan.

"Kami mengajak seluruh elemen sekolah, mulai guru, orang tua hingga siswa untuk bersama-sama menjadi pelopor dalam gerakan anti narkoba. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan," tegasnya.

Sekolah Apresiasi Edukasi BNNK

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Giri, Yiyin Adidah, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang diberikan kepada peserta didik baru. Menurutnya, materi mengenai bahaya narkotika sangat relevan disampaikan pada masa MPLS karena menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjalani kehidupan sekolah.

"Kami sangat berterima kasih kepada BNNK Banyuwangi yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Melalui sosialisasi ini, anak-anak mendapatkan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba sehingga dapat lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif," ujarnya.

Yiyin berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar kesadaran pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika terus meningkat.

"Dengan demikian, sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi serta bebas dari narkoba," harapnya.

Melalui program edukasi yang digelar selama MPLS ini, BNNK Banyuwangi berharap terbentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk menolak narkotika, sehingga lingkungan pendidikan di Banyuwangi tetap menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang para pelajar. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
SMA SMK BNNK Banyuwangi Pelajar mpls Bahaya Narkoba