Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Unair Terjunkan 210 Mahasiswa KKN di Banyuwangi, Siap Gali Potensi Desa hingga Pariwisata

Sigit Hariyadi • Selasa, 14 Juli 2026 | 01:27 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi M Yanuarto Bramuda menyampaikan sambutan pada prosesi pelepasan 210 mahasiswa Unair yang akan menjalani KKN di Banyuwangi, Minggu (13/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi M Yanuarto Bramuda menyampaikan sambutan pada prosesi pelepasan 210 mahasiswa Unair yang akan menjalani KKN di Banyuwangi, Minggu (13/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Universitas Airlangga (Unair) kembali memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK). Sebanyak 210 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diterjunkan ke 22 desa di empat kecamatan untuk menjalankan pengabdian masyarakat selama 28 hari, sekaligus menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan bersama warga.

Ratusan mahasiswa tersebut secara resmi dilepas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Minggu (13/7). Mereka didampingi 11 dosen pembimbing dan dibagi ke dalam 42 kelompok yang akan bertugas di Kecamatan Tegalsari, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran.

Keempat wilayah tersebut dipilih karena memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda, mulai dari sektor pendidikan berbasis pesantren, pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, mengapresiasi konsistensi Universitas Airlangga yang terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami bersyukur Unair terus memberikan kontribusi nyata kepada pemkab dan masyarakat Banyuwangi," ujarnya usai melepas peserta KKN.

Kolaborasi Tak Hanya KKN, tetapi Juga Penguatan Layanan Kesehatan

Bramuda menjelaskan, sinergi antara Pemkab Banyuwangi dan Unair telah terjalin dalam berbagai bidang. Salah satunya pengembangan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa di bidang kesehatan.

Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan kedua rumah sakit tersebut berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Sekar Kijang (eks Keresidenan Besuki dan Lumajang).

"Kami ingin Rumah Sakit Blambangan dan Rumah Sakit Genteng menjadi rumah sakit rujukan terbaik di wilayah Se-eks Keresidenan Besuki dan Lumajang. Alat kami siapkan, tetapi tenaga masih kurang," katanya.

Mahasiswa Diminta Eksplorasi Potensi Banyuwangi

Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa juga didorong memetakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap wilayah penugasan.

Bramuda mencontohkan Kecamatan Tegalsari yang dikenal memiliki banyak pondok pesantren sebagai ruang kolaborasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sementara Bangorejo memiliki kekuatan di sektor pertanian, khususnya komoditas buah naga.

Adapun Kecamatan Siliragung dan Pesanggaran dinilai memiliki peluang besar pada sektor pertanian serta destinasi wisata yang terus berkembang.

"Silakan gali dan kembangkan potensi yang kita miliki. Di Tegalsari misalnya, daerah ini memiliki banyak pondok pesantren yang bisa menjadi mitra kolaborasi teman-teman. Bangorejo unggul dengan sektor pertanian dan buah naga, sementara Siliragung dan Pesanggaran menyimpan potensi pertanian dan pariwisata yang luar biasa," tuturnya.

Mahasiswa Diminta Menjaga Etika dan Bijak Bermedia Sosial

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi, Dr Rahadian Indarto Susilo, mengatakan program KKN-BBK menjadi sarana pembelajaran langsung yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu memahami persoalan di lapangan dari berbagai sudut pandang keilmuan sekaligus menghadirkan solusi yang aplikatif.

"Kegiatan ini bukan sekadar latihan, tetapi interaksi nyata dengan masyarakat untuk memecahkan persoalan dari berbagai sudut pandang keilmuan dan menghadirkan solusi," ujarnya.

Rahadian juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar menjaga etika selama berada di tengah masyarakat serta menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, masyarakat Banyuwangi memiliki tingkat literasi digital yang tinggi sehingga setiap aktivitas mahasiswa di ruang digital juga menjadi bagian dari representasi institusi.

Melalui KKN-BBK ini, Unair berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat sehingga mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
KKN Unair mahasiswa Unair banyuwangi pengabdian masyarakat potensi desa