Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Santri China dan Uzbekistan Pilih Mondok di Sukorejo, Kiai Azaim Beri Pesan Menyentuh

Ali Sodiqin • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:20 WIB
Kiai Azaim memberi pesan kepada santri dan wali santri baru Ponpes Salafiyah Syafi
Kiai Azaim memberi pesan kepada santri dan wali santri baru Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo. (sukorejo.com)

RADARBANYUWANGI.ID — Langkah kaki ratusan pemuda dari berbagai penjuru bumi resmi menandai babak baru peradaban di bumi salaf.

Rangkaian Penerimaan Calon Santri Baru (Sabar) Tahap II Tahun 2026 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, resmi berakhir pada Rabu (8/7/2026).

Penutupan ini menjadi monumental seiring mendaratnya gelombang terakhir calon santri dari wilayah kepulauan terpencil, pulau seberang, hingga kedatangan santri internasional dari Uzbekistan dan rencana mahasantri dari negeri China.

Sejak pagi, Auditorium Pesantren dipadati oleh riuh rendah calon santri yang datang dari Sepeken, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera, Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah, Papua, serta rombongan kloter susulan.

Mereka yang sebelumnya telah melewati proses registrasi secara daring (online) kini wajib menuntaskan tahapan validasi akhir yang super ketat.

Proses skrining tidak main-main. Untuk menjaga kesucian dan keamanan lingkungan pesantren, setiap calon santri wajib mengikuti tes urine, validasi berkas fisik, aktivasi akun digital elSantri, hingga penandatanganan surat perjanjian bermeterai sebagai komitmen tertulis menjadi bagian dari santri Sukorejo.

Pasrah Bongkokan kepada Sang Pengasuh

Puncak dari seluruh prosesi melelahkan ini ditutup dengan ritual kultural khas pesantren, yakni prosesi pasrah wali santri.

Isak tangis haru dan raut keikhlasan tampak jelas ketika para orang tua menyerahkan sepenuhnya putra-putri mereka kepada Pengasuh Pondok Pesantren, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Ph.D., dan Nyai Hj. Nur Sari As'adiyah, M.Pd.

Tuntasnya pelaksanaan Tahap II ini sekaligus mengunci seluruh kalender penerimaan santri baru tahun ajaran 2026.

Sukorejo tahun ini menegaskan posisinya sebagai episentrum pendidikan Islam global, terbukti dengan daya tarik magisnya yang mampu mendatangkan penuntut ilmu dari Uzbekistan yang saat ini sedang dalam perjalanan, serta rencana kedatangan calon mahasantri dari China.

Wasiat Luhur Pengasuh: Mengabdi dan Mengaji

Di hadapan ribuan wali santri dan calon santri yang memadati area maktab, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy memberikan wejangan spiritual yang mendalam.

Beliau mengingatkan bahwa kehidupan di pesantren bukan sekadar memindahkan tempat tidur, melainkan sebuah misi suci melanjutkan estafet perjuangan Islam.

"Semoga diberi kemampuan dan kemudahan dalam mengemban amanah wasiat ajaran Baginda Rasulullah ﷺ. Ingatlah, mondok itu tujuannya adalah untuk mengabdi dan mengaji," tutur Kiai Azaim dengan nada teduh namun bergetar penuh karomah.

Kini, riuh pendaftaran telah usai. Gerbang pesantren telah ditutup untuk proses penerimaan, namun gerbang cakrawala keilmuan baru saja dibuka lebar bagi para petualang spiritual yang siap menempa diri di Situbondo. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Pesantren Sukorejo Situbondo #Santri Baru Sukorejo #KHR Ahmad Azaim #Pendaftaran Santri Online #elSantri Ponpes Salafiyah