Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MPLS 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru SMA-SMK Wajib Deklarasi Tolak Vape

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 9 Juli 2026 | 03:30 WIB
MPLS serentak di Jatim, siswa baru dibekali komitmen anti vape dan narkoba. (ChatGPT)
MPLS serentak di Jatim, siswa baru dibekali komitmen anti vape dan narkoba. (ChatGPT)

RADARBANYUWANGI.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh SMA dan SMK di Jawa Timur akan dimulai secara serentak pada Senin (13/7). Tak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini membawa misi baru yang lebih kuat dalam pembentukan karakter, yakni mengajak seluruh siswa baru mendeklarasikan penolakan terhadap rokok elektrik (vape), narkoba, serta komitmen mewujudkan sekolah yang berintegritas dan bebas perundungan.

Deklarasi tersebut akan dibacakan secara serentak saat pembukaan MPLS yang dipusatkan di SMKN 2 Surabaya dan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur, termasuk di Banyuwangi, akan mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Mohamad Arief Ainurrozie mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini tetap mengedepankan pengenalan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Namun, pemerintah menambahkan sejumlah materi strategis sebagai upaya membangun karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki bangku sekolah.

"Inti MPLS tetap memperkenalkan lingkungan sekolah yang aman, bebas bullying dan perundungan. Tetapi tahun ini ada tambahan deklarasi anti narkoba, antirokok elektrik, serta deklarasi sekolah berintegritas," ujarnya.

MPLS dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 Juli 2026. Sementara pelaksanaan pra-MPLS diserahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah sesuai kebutuhan.

"Ada sekolah yang mengadakan pra-MPLS dan ada yang tidak. Itu menyesuaikan kebutuhan sekolah masing-masing. Yang pasti pembukaan MPLS dilakukan serentak," jelas Arief.

Vape Jadi Perhatian Serius

Masuknya materi tentang bahaya rokok elektrik bukan tanpa alasan. Menurut Arief, penggunaan vape di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan karena masih banyak pelajar yang menganggap rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Padahal, menurutnya, anggapan tersebut keliru. Selain tetap membahayakan kesehatan, cairan rokok elektrik juga berpotensi disalahgunakan dengan mencampurkan zat-zat berbahaya, termasuk narkotika.

"Yang paling kami khawatirkan adalah cairan pada rokok elektrik itu bisa saja disusupi zat-zat narkotika. Itu yang membuat kami harus meningkatkan kewaspadaan," tegasnya.

Karena itu, para siswa baru akan diberikan edukasi sejak awal agar memahami bahwa rokok konvensional maupun rokok elektrik sama-sama memiliki risiko serius terhadap kesehatan.

"Rokok elektrik maupun rokok biasa sama-sama berbahaya bagi kehidupan. Jangan sampai anak-anak menganggap vape itu aman hanya karena bentuknya berbeda," katanya.

Angka Perokok Pelajar Masih Tinggi

Dinas Pendidikan juga menyoroti tingginya angka perokok di kalangan pelajar. Berdasarkan survei yang pernah dipublikasikan Dinas Kesehatan Banyuwangi, prevalensi perokok pada kelompok usia SMA masih mencapai sekitar 19 persen.

Data tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat edukasi sejak awal masa sekolah melalui MPLS. Harapannya, siswa baru memiliki komitmen kuat untuk menjauhi rokok, vape, maupun penyalahgunaan narkoba selama menjalani pendidikan.

"Itulah sebabnya kami ingin meningkatkan kewaspadaan sejak awal anak masuk sekolah. Harapannya, mereka memiliki komitmen untuk menjauhi rokok maupun narkoba selama menempuh pendidikan," pungkas Arief.

Selain menjadi ajang adaptasi dengan lingkungan sekolah, MPLS 2026 diharapkan menjadi titik awal pembentukan budaya sekolah yang sehat, aman, bebas kekerasan, serta mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas dan berkarakter. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SMA SMK #MPLS 2026 #Anti Vape #Anti Narkoba #banyuwangi