RADARBANYUWANGI.ID – Mutasi 42 kepala sekolah (kepsek) tingkat SMP yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak sekadar menjadi penyegaran organisasi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan misi khusus kepada para kepsek baru, yakni memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah di wilayahnya.
Pesan itu disampaikan Ipuk saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) mutasi kepada 42 kepala SMP di Ruang Rempeg Jagapati, Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (8/7). Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi sekaligus menangani potensi anak putus sekolah.
"Sudah berulang kali saya tegaskan, tidak boleh ada anak tidak bersekolah saat usia sekolah. Kita sudah menyediakan banyak skema," tegas Ipuk.
Ia meminta setiap kepala sekolah memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan masing-masing. Begitu mengetahui ada siswa atau anak usia sekolah yang berisiko berhenti belajar, sekolah diminta segera melakukan pendekatan dan mengajak mereka kembali mengenyam pendidikan.
Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, telah menyiapkan berbagai program untuk menekan angka putus sekolah. Salah satunya melalui Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), yang bertujuan menjaring anak putus sekolah agar kembali ke bangku pendidikan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan bantuan uang saku dan uang transport bagi pelajar dari keluarga kurang mampu agar kendala ekonomi tidak lagi menjadi alasan menghentikan pendidikan.
"Tidak hanya yang dilakukan pemerintah daerah, kami juga sudah berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menangani masalah ini. Misalnya dengan Baznas. Termasuk juga aksi sosial rutin yang dilakukan siswa Banyuwangi lewat Siswa Asuh Sebaya. Jadi tidak ada alasan untuk anak tidak bisa bersekolah," ujar Ipuk.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka putus sekolah juga membutuhkan keterlibatan orang tua. Karena itu, para kepala sekolah diminta membangun komunikasi yang erat dengan wali murid sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat diidentifikasi dan diselesaikan lebih cepat.
"Bangun bonding dengan para orang tua. Terima dan jadikan saran serta masukan dari mereka sebagai dasar pembuatan kebijakan sekolah," katanya.
Selain fokus pada akses pendidikan, Ipuk juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Menurut dia, fasilitas sekolah yang memadai harus diimbangi dengan kualitas pembelajaran yang baik agar siswa merasa betah berada di sekolah.
"Selain fasilitas yang memadai, semua guru juga harus bisa memberikan pembelajaran yang berkualitas, sehingga siswa merasa bahagia dan nyaman belajar di sekolah," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan rotasi terhadap 42 kepala SMP dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Seluruh kepala sekolah yang dimutasi telah menjabat di sekolah sebelumnya minimal selama dua tahun.
"Ini untuk penyegaran. Rotasi kita lakukan disesuaikan dengan karakteristik sekolah dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Harapannya ini bisa membawa perkembangan positif pada sekolah yang baru," pungkasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin