RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik bagi lulusan SMA/sederajat di Banyuwangi yang telah diterima di perguruan tinggi tetapi terkendala biaya pendidikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi resmi membuka pendaftaran Beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) mulai Senin (6/7) hingga Sabtu, 18 Juli 2026. Program ini disiapkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak tenaga profesional yang dibutuhkan daerah, terutama dokter spesialis.
Pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengunggah seluruh dokumen persyaratan sesuai kategori beasiswa. Setelah masa pendaftaran ditutup, proses seleksi administrasi dan substansi akan berlangsung pada 20 Juli hingga 8 Agustus 2026. Penetapan penerima dijadwalkan pada 14 Agustus, sedangkan hasil akhir diumumkan 18 Agustus 2026.
Program B-Pro merupakan skema beasiswa baru yang dirancang Pemkab Banyuwangi untuk membiayai pendidikan tinggi pada bidang kesehatan dan berbagai program studi prioritas daerah. Selain membuka kesempatan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, program ini juga menjadi strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengabdi di Banyuwangi.
Beasiswa B-Pro terbagi menjadi tiga kategori, yakni afirmasi pendidikan, keberlanjutan studi, dan profesional.
Kategori afirmasi pendidikan ditujukan bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, penghafal Al-Qur'an (tahfidz), serta penyandang disabilitas yang memiliki potensi akademik untuk menempuh pendidikan jenjang S1 pada program studi prioritas.
Sementara itu, kategori keberlanjutan studi diperuntukkan bagi mahasiswa aktif yang telah memasuki semester tiga hingga semester lima dan membutuhkan dukungan pembiayaan agar dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Adapun kategori profesional menyasar tenaga kesehatan, baik dokter umum maupun dokter gigi, yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di Banyuwangi.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi memprioritaskan sejumlah program studi yang dinilai strategis bagi pembangunan daerah. Di bidang kesehatan, program studi yang menjadi prioritas meliputi keperawatan, kebidanan, gizi, sanitasi atau kesehatan lingkungan, psikologi, farmasi, hingga kedokteran umum.
Selain itu, beasiswa juga terbuka bagi mahasiswa pada bidang pendidikan, teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, ilmu sosial, serta hukum.
Khusus kategori profesional, B-Pro memberikan kesempatan kepada dokter untuk menempuh pendidikan pada 11 program spesialis. Rinciannya meliputi sembilan spesialis bagi dokter umum, yakni jantung dan pembuluh darah, saraf, urologi, THT-KL, ortopedi dan traumatologi, penyakit dalam, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kedokteran jiwa, serta mata.
Sementara bagi dokter gigi tersedia dua program spesialis, yaitu bedah mulut dan maksilofasial serta konservasi gigi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan B-Pro diprioritaskan untuk bidang kesehatan karena daerah masih membutuhkan tambahan tenaga dokter spesialis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
"Melalui beasiswa ini diharapkan semakin banyak dokter spesialis yang nantinya mengisi fasilitas kesehatan di Banyuwangi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya saat memperkenalkan program B-Pro beberapa waktu lalu.
Selain B-Pro, Pemkab Banyuwangi juga tetap melanjutkan program Banyuwangi Cerdas. Sejak diluncurkan pada 2011, program tersebut telah membantu ribuan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, hingga penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dengan hadirnya B-Pro, Pemkab Banyuwangi berharap semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga profesional yang menjadi prioritas pembangunan daerah dalam jangka panjang. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin