RADARBANYUWANGI.ID – Universitas Airlangga (Unair) mempercepat pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) di Banyuwangi. Selain segera membangun gedung baru empat lantai, kampus tersebut juga menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menyiapkan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS).
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan kedokteran di Banyuwangi sekaligus upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Komitmen percepatan pembangunan FIKKIA ditandai dengan penyerahan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) pada Sabtu (4/7). Dokumen tersebut merupakan salah satu perizinan dasar yang memastikan lokasi pembangunan sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR).
Kegiatan itu dihadiri Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, serta jajaran pimpinan Unair dan pemerintah daerah.
Gedung Baru Empat Lantai Dibangun Tahun Ini
FIKKIA Unair Banyuwangi saat ini memiliki empat program studi, yakni S1 Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Akuakultur.
Perjalanan pengembangan kampus dimulai sejak 2014 ketika Unair membuka Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) di Banyuwangi. Pada 2023, statusnya meningkat menjadi FIKKIA sebagai fakultas penuh.
Dekan FIKKIA Unair, Dr. Rahadian Indarto Susilo, mengatakan peningkatan status tersebut diikuti dengan kebutuhan pengembangan sarana pendidikan.
Gedung baru akan dibangun di kawasan Kampus FIKKIA Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, yang selama ini digunakan untuk kegiatan perkuliahan Program Studi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.
"Sekarang kami sudah memiliki program studi kedokteran di Banyuwangi. Untuk terus meningkatkan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru," ujarnya.
Revitalisasi kampus ditargetkan dimulai tahun ini dengan pembangunan gedung baru setinggi empat lantai.
"Harapannya, pembangunan gedung baru FIKKIA ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuwangi," imbuh Rahadian.
Bupati Minta Arsitektur Angkat Identitas Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik percepatan pembangunan FIKKIA. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
"Kehadiran perguruan tinggi, termasuk FIKKIA Unair, bukan sekadar menambah institusi pendidikan di Banyuwangi, namun mereka adalah mesin pengungkit pembangunan daerah. Dari kampus, kami berharap lahir dokter, tenaga kesehatan, ilmuwan, peneliti, dan inovator yang mampu meningkatkan kualitas SDM Banyuwangi," ujarnya.
Ipuk juga menitipkan pesan agar gedung baru tetap menampilkan karakter arsitektur khas Banyuwangi sebagaimana bangunan-bangunan publik lainnya.
"Kami menitipkan kelestarian warisan arsitektur khas lokal. Setiap gedung yang dibangun di Banyuwangi menampilkan desain dan ornamen khas Banyuwangi. Selain tentunya fasilitas dan sarana prasarana tetap harus menjadi prioritas," katanya.
RSUD Blambangan dan Genteng Disiapkan Jadi Jejaring PPDS
Selain pengembangan kampus, Unair juga memperluas kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi melalui penyiapan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada hari yang sama dan dihadiri pimpinan Unair, Pemkab Banyuwangi, serta direktur kedua rumah sakit.
Sebelumnya, kedua RSUD tersebut telah ditetapkan sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter FIKKIA Unair Banyuwangi.
Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan menjelaskan pihaknya masih memetakan kebutuhan layanan spesialis yang paling dibutuhkan masyarakat Banyuwangi sebelum menentukan program PPDS yang akan dibuka.
"Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah," ujarnya.
Menurut Madyan, sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan antara lain penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi.
"Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari," katanya.
Perkuat Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Bupati Ipuk menegaskan kerja sama dengan Unair tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, tetapi juga memperkuat mutu pelayanan kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme layanan rumah sakit sekaligus memperluas akses masyarakat Banyuwangi terhadap pelayanan kesehatan spesialistik yang lebih berkualitas.
Dengan percepatan pembangunan gedung FIKKIA dan pengembangan jejaring PPDS di dua rumah sakit daerah, Banyuwangi diharapkan semakin siap menjadi salah satu pusat pendidikan kesehatan di wilayah timur Pulau Jawa. Kehadiran fasilitas baru tersebut juga diproyeksikan mempercepat lahirnya tenaga medis, dokter spesialis, peneliti, dan inovator yang mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di masa depan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin