Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Doa untuk Orang yang Menyakiti Kita, Ini Bacaan Arab, Arti, dan Penjelasan Hukumnya

Ali Sodiqin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 14:30 WIB
Doa harian agar Allah memberi jalan keluar, melancarkan urusan, dan menenangkan hati gelisah.
Doa orang terzalimi itu mustajab, berikut ini adalah amalan dan batasan mendoakan pelaku kezaliman. (ILUSTRASI)

RADARBANYUWANGI.ID – Ketika menjadi korban kezaliman atau disakiti orang lain, banyak muslim bertanya apakah boleh memanjatkan doa agar pelaku mendapat balasan dari Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa doa orang yang terzalimi termasuk doa yang mustajab, tetapi tetap memberikan tuntunan agar seorang mukmin tidak melampaui batas saat berdoa.

Rasulullah SAW mengingatkan agar setiap muslim berhati-hati terhadap doa orang yang dizalimi karena memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

"Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi sebab doa orang yang terzalimi mustajab (cepat dikabulkan)." (HR Malik).

Lantas, doa apa yang sebaiknya dibaca ketika menghadapi orang yang menzalimi atau menyakiti kita?

Doa yang Dianjurkan saat Menghadapi Orang yang Menzalimi

Alih-alih memohon kebinasaan bagi orang lain, Islam lebih menganjurkan umatnya memohon pertolongan, perlindungan, dan keadilan kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dianjurkan berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُعِزَّنِي وَتَنْصُرَنِي عَلَى مَنْ ظَلَمَنِي

Allahumma inni as'aluka an tu'izzanii wa tanshuranii 'alaa man zhalamanii.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar Engkau memuliakanku dan menolongku atas orang yang menzalimiku."

Doa ini menegaskan bahwa seorang muslim menyerahkan urusan kepada Allah SWT sebagai Zat Yang Mahaadil tanpa melampiaskan kebencian secara berlebihan.

Selain itu, terdapat doa yang berisi permohonan ampun bagi orang yang telah berbuat zalim. Doa ini dapat dibaca sebanyak tiga kali.

اللَّهُمَّ اعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَنِي

Allahumma'fu 'amman dhalamani.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah orang yang telah berbuat zalim kepadaku."

Memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakiti merupakan salah satu akhlak mulia yang dianjurkan dalam Islam.

Doa dalam Al-Qur'an saat Menghadapi Kezaliman

Al-Qur'an juga memuat sejumlah doa yang dipanjatkan para nabi ketika menghadapi kezaliman.

1. Surah Al-Qasas ayat 21

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Rabbi najjini minal qawmiz zalimin.

Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu."

Doa ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika menyelamatkan diri dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya.

2. Surah Al-Mumtahanah ayat 5

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Rabbana laa taj'alnaa fitnatal lillazeena kafaroo waghfir lanaa rabbanaa innaka antal 'aziizul hakiim.

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Doa tersebut dipanjatkan Nabi Ibrahim AS bersama para pengikutnya agar Allah SWT memberikan perlindungan dan tidak membiarkan orang-orang yang ingkar memperoleh kemenangan yang menyesatkan.

Bolehkah Mendoakan Orang yang Menyakiti agar Celaka?

Meski doa orang yang dizalimi memiliki keistimewaan, Rasulullah SAW mengingatkan agar umat Islam tidak mudah mengucapkan doa keburukan.

Beliau bersabda:

"Janganlah kalian berdoa buruk terhadap dirimu sendiri, janganlah kalian berdoa buruk terhadap anak-anakmu, dan janganlah kalian berdoa buruk terhadap harta bendamu. Janganlah kalian bertepatan dengan waktu mustajab sehingga Allah mengabulkan doa tersebut." (HR Muslim).

Hadis lain juga menjelaskan keutamaan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim.

"Tidaklah seorang hamba muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya melainkan malaikat berkata, 'Amin, dan bagimu seperti itu pula.'" (HR Muslim dari Abu Darda RA).

Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar seorang muslim lebih mengedepankan doa memohon perlindungan, pertolongan, dan keadilan Allah SWT dibanding mendoakan kebinasaan orang lain.

Batasan bagi Orang yang Terzalimi

Allah SWT memberikan pengecualian kepada orang yang dizalimi untuk menyampaikan keluhannya, sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nisa ayat 148.

"Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang menjadi korban kezaliman diperbolehkan memohon keadilan kepada Allah SWT. Namun, permohonan itu tidak boleh melampaui batas, tidak dilandasi dendam yang berlebihan, dan tetap berada dalam koridor syariat.

Dengan demikian, ketika menghadapi orang yang menyakiti atau menzalimi, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan, pertolongan, dan keadilan kepada Allah SWT. Sikap tersebut lebih mencerminkan ajaran Islam yang mengedepankan kesabaran, keadilan, dan pengendalian diri tanpa menghilangkan hak korban untuk memohon pertolongan kepada Allah Yang Mahaadil. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#doa dizalimi #doa orang zalim #doa Islam #orang terzalimi #Doa Mustajab