RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui kegiatan Diseminasi Pembelajaran dan Penilaian 2026. Program yang digelar di Kantor Dispendik Banyuwangi, Kamis (2/7), itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Kegiatan tersebut diikuti 10 kepala Taman Kanak-Kanak (TK) dan 10 guru sekolah dasar (SD) negeri dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai inovasi pembelajaran, penguatan sistem penilaian, serta praktik pendidikan yang lebih efektif menjelang dimulainya proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Bekali Pendidik Hadapi Tantangan Pendidikan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi melalui Kepala Bidang Pendidikan SD, Sutikno, mengatakan dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik dari sisi perkembangan teknologi maupun kebutuhan kompetensi peserta didik.
Menurutnya, transformasi pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di masa depan.
"Sistem pendidikan perlu senantiasa beradaptasi dan bertransformasi seiring dengan perkembangan zaman sehingga kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing dapat terwujud," ujarnya.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Banyuwangi.
Bahas Pembelajaran Mendalam dan Penilaian
Diseminasi menghadirkan dua narasumber, yakni Faridatul Hasanah dan Agus Hermanto.
Keduanya membagikan pengalaman, wawasan, serta praktik baik mengenai konsep pembelajaran mendalam (deep learning), strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, hingga sistem penilaian yang mampu mengukur perkembangan kompetensi siswa secara lebih komprehensif.
Materi yang disampaikan juga mendorong peserta untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Perkuat Kolaborasi Guru dan Kepala Sekolah
Selain meningkatkan pemahaman individu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarpendidik dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Melalui forum tersebut, para peserta dapat berdiskusi mengenai berbagai praktik pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah masing-masing, sekaligus mencari solusi atas tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyebaran inovasi pendidikan hingga ke tingkat satuan pendidikan.
Dorong Mutu Pendidikan Banyuwangi
Dispendik Banyuwangi berharap hasil diseminasi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas.
Penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif dan sistem penilaian yang tepat diyakini akan berdampak pada peningkatan kualitas proses belajar sekaligus hasil belajar peserta didik.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kompetensi, serta kolaborasi antarpendidik dalam menerapkan pembelajaran dan penilaian yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Banyuwangi," pungkas Sutikno.
Dengan penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah menjelang tahun ajaran baru, Dispendik Banyuwangi menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda di era yang terus berkembang. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin