RADARBANYUWANGI.ID – Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi menghadirkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, dalam Kuliah Umum Nasional yang mengangkat tema Menjadi Generasi Pembelajar Sepanjang Hayat: Kepemimpinan, Pelayanan Publik, dan Masa Depan Indonesia di Era Digital. Kegiatan yang digelar di Auditorium UI Cordoba, Kamis (3/7), menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan daya saing mahasiswa menghadapi perubahan teknologi yang kian cepat.
Kuliah umum tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga unsur pemerintah daerah. Hadir pula Pembina Yayasan UI Cordoba sekaligus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) periode 2022–2024, Abdullah Azwar Anas, Ketua Yayasan UI Cordoba, Pengasuh Yayasan Mabadiul Ihsan dan Daar Al Ihsan, jajaran pimpinan universitas, Ketua Lakpesdam PCNU Banyuwangi, serta perwakilan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi.
Kampus Harus Melahirkan Pemimpin Masa Depan
Rektor UI Cordoba, Prof. Dr. Agus Trihartono, menegaskan perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, perubahan global menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
"Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang mampu berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Kehadiran para pemimpin nasional di lingkungan kampus merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menghubungkan dunia akademik dengan realitas kebijakan publik," ujar Prof. Agus.
Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan menjadi salah satu strategi penting untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.
Kepala LAN RI: Belajar Tidak Berhenti Setelah Lulus
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Taufiq mengajak mahasiswa membangun budaya lifelong learning atau belajar sepanjang hayat.
Ia menilai perkembangan ilmu pengetahuan, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital berlangsung sangat cepat sehingga setiap individu harus terus meningkatkan kompetensinya.
Menurutnya, kemampuan berpikir analitis dan pendalaman ilmu akan menjadi pembeda utama di tengah derasnya arus informasi.
"Perubahan hari ini bergerak sangat cepat. Karena itu, semangat belajar tidak boleh berhenti ketika seseorang lulus dari bangku kuliah. Justru di situlah proses belajar yang sesungguhnya dimulai. Teruslah memperdalam ilmu, menguatkan daya analisis, dan jangan pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia menghadapi era digital dan persaingan global.
Mahasiswa Antusias Bahas AI hingga Transformasi Birokrasi
Kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan sesi diskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan mengenai transformasi birokrasi, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pelayanan publik, tantangan kepemimpinan modern, hingga kompetensi yang harus dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Dialog yang berlangsung hangat menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan masa depan pemerintahan dan pembangunan nasional.
Perkuat Peran Kampus dalam Menyiapkan SDM Unggul
Melalui penyelenggaraan kuliah umum nasional ini, UI Cordoba menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif membangun ruang dialog antara mahasiswa dengan para pemimpin nasional.
Kehadiran Kepala LAN RI diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya kepemimpinan yang adaptif, pelayanan publik yang inovatif, serta budaya belajar sepanjang hayat sebagai bekal menghadapi perubahan di era digital.
Semangat tersebut sejalan dengan visi UI Cordoba untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi global, karakter kepemimpinan yang kuat, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa di tengah percepatan transformasi teknologi. (*)
Editor : Ali Sodiqin