Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Khutbah Jumat: Muhasabah di Tahun Baru Islam: Momentum Hijrah Menuju Pribadi Bertakwa

Ali Sodiqin • Jumat, 3 Juli 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi saat Khotib menyampaikan materi khutbah Jumat.
Ilustrasi saat Khotib menyampaikan materi khutbah Jumat.

RADARBANYUWANGI.ID - Berikut naskah khutbah Jumat singkat dengan rukun khutbah, dilengkapi ayat Al-Qur'an, hadis Nabi, serta atsar sahabat yang relevan.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan menghadapi kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Hasyr: 18)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Datangnya Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Tahun baru adalah kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat perjalanan hidup yang telah kita lalui, lalu melakukan muhasabah, yaitu mengoreksi diri sebelum kelak kita dihisab oleh Allah SWT.

Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berpesan:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَعْمَالَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا

"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal itu ditimbang."

Muhasabah berarti bertanya kepada diri sendiri: sudahkah salat kita semakin khusyuk? Sudahkah kita menjaga lisan dari dusta, ghibah, dan fitnah? Sudahkah rezeki yang kita cari benar-benar halal? Sudahkah kita menjadi orang tua, anak, tetangga, dan pemimpin yang lebih baik?

Hadirin rahimakumullah,

Tahun Baru Islam juga mengingatkan kita pada hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah menuju Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan menuju kehidupan yang lebih taat kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala yang dilarang Allah."

(HR. Al-Bukhari)

Hijrah yang harus kita lakukan hari ini adalah hijrah dari kemalasan menuju semangat ibadah, dari maksiat menuju taat, dari permusuhan menuju persaudaraan, dari sifat sombong menuju tawaduk, dan dari kecintaan berlebihan kepada dunia menuju orientasi akhirat.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيَّ

"Orang yang cerdas ialah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah."

(HR. At-Tirmidzi)

Ma'asyiral muslimin,

Memasuki tahun baru ini, marilah kita memperbanyak istigfar, memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat tekad menjadi hamba Allah yang lebih bertakwa.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Jangan biarkan tahun berganti tetapi hati kita tetap keras, ibadah kita tetap lalai, dan dosa terus bertambah. Jadikan tahun baru ini sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."

(QS. Ar-Ra'd: 11)

Marilah kita memperbanyak membaca Al-Qur'an, menjaga salat berjamaah, mempererat silaturahmi, mendidik keluarga dengan nilai-nilai Islam, dan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi sesama.

Doa

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هٰذِهِ السَّنَةَ الْهِجْرِيَّةَ سَنَةَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ، وَأَمْنٍ وَإِيمَانٍ، وَتَوْفِيقٍ وَهِدَايَةٍ، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Kemudian khatib menutup khutbah dengan membaca firman Allah SWT:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl: 90)

أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Editor : Ali Sodiqin
#naskah khutbah singkat #tahun baru islam #khutbah jumat #muhasabah #contoh teks khutbah Jumat