RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 428 mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Banyuwangi resmi diterjunkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa dari 11 program studi akan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Pelepasan peserta KKN berlangsung di Auditorium Untag Banyuwangi, Selasa (1/7). Rektor Untag Banyuwangi, Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja, memimpin langsung prosesi pelepasan yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.
Para mahasiswa akan ditempatkan di 20 desa yang berada di Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari, dan Srono. Program pengabdian dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 31 Juli.
Rektor Untag Banyuwangi Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja mengatakan, KKN bukan sekadar agenda akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus mengaplikasikan kompetensi yang dimiliki.
"Selama satu bulan kalian akan mengikuti KKN. Kalian akan membawa cerita, pengalaman, sekaligus memiliki komitmen untuk mengabdi di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, setiap kelompok KKN terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi sehingga mampu menghadirkan solusi yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat.
"Dalam satu desa akan ada mahasiswa dari berbagai program studi. Masing-masing membawa kompetensi sesuai bidangnya sehingga dapat saling mendukung dalam menjalankan program kerja," katanya.
Yovita juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya. Menurutnya, mahasiswa tidak datang untuk menggurui masyarakat, melainkan menjadi bagian dari kehidupan warga selama masa pengabdian.
"KKN bukan liburan dan bukan hanya menyelesaikan mata kuliah. Ini adalah pertemuan dengan dunia nyata. Turunkan ego, jangan datang untuk menggurui, tetapi belajar bersama masyarakat, bersosialisasi, dan menjadi bagian dari mereka," tegasnya.
Selain menjalankan program kerja, seluruh mahasiswa juga diminta menjaga etika, disiplin, dan nama baik almamater. Sebab, masyarakat akan menilai kualitas kampus melalui sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di lokasi KKN.
Sebagai bentuk perlindungan, seluruh peserta KKN tahun ini kembali didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan, sebagaimana pelaksanaan KKN pada tahun sebelumnya.
Wakil Rektor I Untag Banyuwangi, Mahfud, menambahkan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.
"KKN bukan sekadar praktik satu bulan di lapangan. Apa yang dipelajari di prodi masing-masing harus diimplementasikan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," ujarnya.
Mahfud menilai, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan baik dengan masyarakat.
"Jika kalian menghadirkan citra yang baik, itulah yang akan menjadi representasi Untag. Sebaliknya, jika melakukan hal negatif, masyarakat juga akan menilai kampus dari sikap kalian," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN Untag Banyuwangi, Moh Fahrurrozi, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 428 mahasiswa diterjunkan ke 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Ia berharap seluruh program kerja yang telah disusun dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap program-program yang telah direncanakan mahasiswa bisa berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa, mulai dari pemberdayaan masyarakat, edukasi, pendampingan UMKM, hingga program sosial dan lingkungan.
Melalui KKN 2026, Untag Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin