RADARBANYUWANGI.ID – Halaman SD Negeri 3 Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, kini tak lagi sekadar ruang terbuka untuk bermain. Melalui program unggulan Tekad Berlian, sekolah menyulap taman menjadi mini green laboratory atau laboratorium hijau mini yang memungkinkan siswa belajar langsung dari alam. Konsep ini memadukan pendidikan lingkungan, literasi, hingga pembelajaran berbasis proyek dalam satu ruang belajar yang kontekstual dan menyenangkan.
Program tersebut berangkat dari gagasan sederhana bahwa setiap sudut sekolah dapat menjadi media pembelajaran. Karena itu, taman dimanfaatkan sebagai laboratorium mini tempat siswa mengamati tumbuhan, berdiskusi, membaca, menulis, hingga mempraktikkan cara merawat lingkungan.
Kepala SD Negeri 3 Karangrejo, Dedi Tri Darmawan, mengatakan proses belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung justru membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus membentuk karakter.
"Kami ingin menghadirkan sekolah yang membuat anak-anak belajar dengan bahagia. Taman sekolah kami manfaatkan sebagai laboratorium mini sehingga siswa bisa belajar langsung dari alam. Tidak hanya membaca buku, tetapi juga mengamati, meneliti, menulis, berdiskusi, hingga mempraktikkan cara merawat lingkungan," ujarnya.
Melalui Tekad Berlian, guru memanfaatkan taman sekolah sebagai media pembelajaran lintas mata pelajaran. Siswa diajak mengamati pertumbuhan tanaman, mencatat hasil pengamatan, menyusun laporan observasi, hingga mempresentasikan temuan mereka di depan teman sekelas.
Pendekatan tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih aktif karena siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengalami sendiri proses belajar melalui aktivitas nyata.
Tak hanya itu, sekolah juga menghadirkan pojok literasi di area taman. Suasana terbuka dimanfaatkan sebagai ruang membaca yang nyaman sehingga siswa dapat menikmati berbagai koleksi buku sambil berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Usai membaca, mereka didorong menuangkan ide dalam bentuk cerita pendek, puisi, maupun laporan bertema lingkungan. Cara ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus kreativitas siswa.
Berbagai kegiatan pendukung juga dilakukan secara rutin. Mulai dari membuat kompos dari sampah organik, merawat tanaman obat keluarga (TOGA), mengelola kebun sayur sekolah, hingga menjalankan gerakan Satu Siswa Satu Tanaman.
Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami teori tentang lingkungan, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dedi, pembelajaran di luar kelas terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa, melatih keberanian menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kerja sama antarteman.
"Kami percaya karakter peduli lingkungan tidak cukup diajarkan lewat teori. Anak-anak harus mengalami sendiri proses menanam, merawat, hingga menjaga tanaman. Dari pengalaman itu akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan," katanya.
Lebih dari sekadar inovasi pembelajaran, Tekad Berlian juga menjadi implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan literasi, numerasi, sains, pendidikan karakter, dan pendidikan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan.
Dengan pendekatan tersebut, SD Negeri 3 Karangrejo berharap mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Bagi para siswa, taman sekolah kini bukan hanya ruang hijau, melainkan laboratorium hidup yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian terhadap alam, sekaligus kebiasaan belajar yang menyenangkan. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin